oleh

Polisi Amankan 183 Orang Penyusup saat Unjuk Rasa di DPRD Sumsel

Palembang | Polisi berhasil mengamankan sebanyak 183 orang yang diduga penyusup saat aksi mahasiswa yang dilaksanakan di simpang lima DPRD Provinsi Sumsel pada Rabu (07/08/20).

Kapolresta Palembang  Kombespol Anom Setiadji mengungkapkan, bahwa pihaknya sangat mengapresiasi para pendemo sehingga aksi unjuk rasa hari ini berjalan aman dan lancar meskipun pihaknya berhasil mengamankan 183 orang penyusup. 

“Alhamdulillah kegiatan hari ini tertib dan lancar meskipun ada keributan keributan kecil namun bisa diatasi dengan baik tanpa memicu kericuhan besar dan kami apresiasi yang sebesar besarnya atas kerja anggota kepolisian yang bertugas pada hari ini dengan mengamankan 183 orang penyusup beserta barang bukti,” unhkapnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan aksi unjuk rasa ini diikuti oleh ribuan mahasiswa yang merupakan gabungan dari universitas negeri maupun swasta serta Organisasi kepemudaan yang ada di wilayah Sumatera Selatan. 

Aksi unjuk rasa yang dimulai sekitar pukul 09.00WIB ini berlangsung aman dan tertib walaupun dalam rangkaian aksi unjuk rasa ini ada 183 orang penyusup yang menjadi provokator.

Koodinator aksi, Muadz dari Unsri mengatakan bahwa akan tetap melakukan aksi unjuk rasa sampai omnibuslaw ini gagal.

“Unjuk rasa kami sudah seperti gelombang, jauh sebelum hari ini kami sudah melakukan aksi unjuk rasa pembatalan omnibuslaw UU cipta kerja yang disahkan oleh DPR RI dan hari ini kami menyatakan sikap mosi tidak percaya terhadap DPR RI dan mendesak untuk melakukan yudisial review UU cipta kerja serta akan terus melakukan aksi  dengan massa yang lebih banyak dari hari ini sampai presiden jokowi membuat perpu tentang pembatalan Omnibuslaw UU Cipta kerja ini,” ungkapnya.

Koodinator media aliansi Badan eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumatera Selatan, Janes Putra yang merupakan mahasiswa taman siswa palembang menyampaikan  dalam orasinya  bahwa selain dari tuntutan di atas dan mosi tidak percaya terhadap DPR RI juga memberikan motivasi dan membakar semangat peserta aksi unjuk rasa  yang hadir dalam  unjuk rasa khususnya dan seluruh mahasiswa Indonesia umumnya.

“Sadar atau tidak, saat ini rezim tertawa terbahak bahak setelah merampok hak dan harta rakyat marilah kita tajamkan lagi gerakan kita selaku mahasiswa, kita lupakan hedonisme kemudian lebih dekat bersama rakyat dan kita harus tahu kapan kita kuliah di kelas kapan kita harus kuliah di lapangan,” katanya. (Ade Anggela)

Komentar

Berita Lainnya