OKI Maju Bersama

PLTS Komunal Jadi Solusi Akses Listrik Desa Pesisir OKI

2
×

PLTS Komunal Jadi Solusi Akses Listrik Desa Pesisir OKI

Sebarkan artikel ini
pemkab muba pemkab muba

OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) menyiapkan pembangunan 13 titik Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal di wilayah pesisir.

Program tersebut menjadi salah satu solusi untuk memperluas akses listrik bagi masyarakat di desa-desa yang sulit dijangkau jaringan listrik konvensional akibat kondisi geografis.

Pembangunan 13 PLTS Komunal ini merupakan bagian dari penugasan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam rangka memperluas akses listrik ke wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau jaringan kelistrikan.

Sebanyak 13 lokasi akan menjadi penerima program, yakni Desa Adil Makmur di Kecamatan Cengal dan Desa Pinang Indah di Kecamatan Sungai Menang, serta desa-desa lainnya yang berada di Kecamatan Tulung Selapan dan Cengal.

Lokasi tersebut meliputi Desa Kuala Dua Belas, Rantau Lurus, Simpang Tiga Abadi, Simpang Tiga Jaya, Simpang Tiga Makmur, Pantai Harapan, Kuala Sungai Jeruju, Sungai Lumpur, Kuala Sungai Pasir, dan Dusun Parit.

Wakil Bupati OKI Supriyanto mengatakan, perluasan akses listrik merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pesisir.

“Listrik bukan hanya soal penerangan. Ketersediaan listrik akan membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk belajar, mengembangkan usaha, mendapatkan pelayanan publik, dan meningkatkan kualitas kehidupan. Karena itu, kami mendukung penuh pembangunan PLTS Komunal ini,” kata Supriyanto, Rabu (9/9/2026).

Untuk mempercepat pelaksanaan program, Pemkab OKI memastikan dukungan berupa kesiapan lahan di setiap lokasi. Pemerintah desa penerima program diminta menyediakan lahan hibah yang dibuktikan dengan surat hibah dari kepala desa.

Supriyanto menegaskan, pemerintah daerah juga akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, PLN, dan pemerintah desa agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.

“Pemerintah daerah akan memastikan dukungan yang menjadi kewenangan kami, termasuk kesiapan lahan hibah di desa penerima. Kami ingin program ini benar-benar sampai kepada masyarakat dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” ujarnya.

PLTS Komunal memanfaatkan panel surya untuk menghasilkan listrik dan baterai sebagai penyimpan energi. Dengan sistem off-grid, pembangkit dapat beroperasi tanpa sepenuhnya bergantung pada jaringan listrik utama.

Sistem tersebut dinilai sesuai diterapkan di wilayah dengan permukiman yang tersebar serta akses jaringan listrik yang masih terbatas.

General Manager PT PLN (Persero) UID S2JB Diksi Erfani Umar mengatakan, setiap wilayah memiliki tantangan yang berbeda. Karena itu, PLN bersama pemerintah memastikan perencanaan dilakukan berdasarkan kondisi riil di lapangan agar infrastruktur yang dibangun tepat guna, andal, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

“Karakteristik wilayah pesisir perairan di Kabupaten OKI membutuhkan pendekatan penyediaan listrik yang menyesuaikan kondisi lapangan. PLTS Komunal menjadi salah satu solusi yang dapat dikembangkan untuk menghadirkan listrik secara lebih efektif di wilayah tersebut,” ungkap Diksi.

PLN bersama pemerintah daerah juga terus bersinergi dalam menyelesaikan kesiapan lahan dan perizinan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat hadirnya infrastruktur kelistrikan bagi masyarakat yang selama ini berada jauh dari jaringan listrik eksisting.

Namun, keberlanjutan program juga membutuhkan kesiapan masyarakat dalam menggunakan dan mengelola energi secara bijak.

“Target kami bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi menghadirkan listrik yang benar-benar dapat mendorong pendidikan, pelayanan publik, kegiatan ekonomi, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa. Kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah desa, PLN, dan masyarakat menjadi kunci agar manfaat listrik dapat dirasakan secara berkelanjutan,” jelas Diksi.

Selain memperluas akses energi, pemanfaatan tenaga surya juga berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus membantu menekan emisi karbon.

Ketersediaan listrik di wilayah pesisir diharapkan dapat mendukung berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pendidikan, pelayanan publik, komunikasi hingga kegiatan ekonomi.

Pembangunan 13 PLTS Komunal tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab OKI dan PLN mempercepat pemerataan pelayanan dasar di wilayah pesisir. Program ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, PLN, dan masyarakat dalam menghadirkan akses energi yang lebih merata dan berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *