oleh

Perayaan HUT Babel ke-20 Tetap Utamakan Prokol Kesehatan COVID-19

PANGKAL PINANG – Wakil Gubernur Abdul Fatah menginginkan rangkaian perayaan HUT ke-20 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2020 dilakukan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan Covid-19. Hal ini diungkapkan Wagub Abdul Fatah dalam rapat lanjutan persiapan hari jadi ke-20 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Ruang Pasir Padi Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Senin (7/9/2020).

Menurutnya, perayaan Hari Ulang Tahun (HUT)  Provinsi Bangka Belitung tahun ini akan sedikit berbeda, namun sesuai dengan prosedur sebelumnya, HUT provinsi akan diawali dengan membentuk kepanitiaan. Resepsi HUT Prov. Kepulauan Bangka Belitung tahun ini akan diadakan di Kota Pangkalpinang sebagai tuan rumah.

“Artinya perayaan tetap dilakukan pembatasan. Semua unsur tetap diundang, hanya saja jumlah masing-masing unsur yang diundang akan dibatasi,” ujarnya.

Wagub Abdul Fatah juga meminta Biro Kesra Pemprov. Kepulauan Bangka Belitung untuk melakukan komunikasi dan koordinasi mengenai ruang yang akan digunakan untuk resepsi, sehingga dapat dilakukan perhitungan terhadap kapasitas ruangan. Sehingga dapat menerapkan protokol kesehatan dengan saling menjaga jarak.

Dijelaskan Wagub Abdul Fatah, malam puncak peringatan HUT ke-20 Pemprov. Bangka Belitung juga harus mampu menggambarkan kondisi kritis Babel yang menjadi perhatian semua pihak. Terutama kepada pemda untuk menyiapkan pencadangan lahan, guna peningkatan ketahanan pangan di Babel. Seperti yang kita ketahui, saat ini lahan ketahanan pangan hanya seluas 22.000 hektar, sedangkan lahan yang diperlukan 60.000-70.000 hektar lagi.

Sementara itu, anggota Forum Presidium Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus Staf Ahli Gubernur, Safari ANS mengusulkan agar kegiatan HUT Pemprov. Kepulauan Bangka Belitung tidak perlu mengumpulkan massa. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengadakan Babel Award.

Babel Award ini kegiatan yang melombakan pemda kabupaten dan kota terbaik di Babel misalnya dengan kategori manajemen, sinkronisasi, dan lain sebagainya. Sehingga ini akan memicu kabupaten/kota lain untuk berbuat hal serupa, dan untuk penilaian akan dilakukan oleh profesional.

Menurutnya, hal lain yang dapat dilakukan untuk menghindari massa dengan melombakan perusahaan yang terbaik di Babel misalnya dalam hal CSR (Corporate Social Responsibility). Selain itu bisa memilih pembayar pajak terbaik atau sekolah SMA,SMP, atau SD terbaik dengan kriteria perlombaan yang tidak terlalu merepotkan, hanya dengan melakukan penilaian berdasarkan data tanpa perlu bertemu secara fisik. (doni)

Komentar

Berita Lainnya