oleh

Perajin Gitar Anggap tak Selamanya PHK Itu Jadi Petaka

BANGKA – PHK tak selamanya jadi malapetaka. Paling tidak ini untuk John, salah seorang warga Sungai Liat Bangka Belitung yang kena PHK karena perusahaannya terdampak Covid setahun silam. Daripada mengeluh, John memilih menjadi perajin gitar akustik skala rumahan.

“Kita mulainya waktu Covid lagi susah – susahnya sekitar bulan 5 kemarin, ada pengurangan pegawai, saya tidak dapat kerjaan lain. Jadi kita milih buat gitar untuk kebutuhan keluarga, kalau buat gitar sih sudah lama bisa dari 2015. Tapi benar benar mulai ditekuni sejak gak dapat kerjaan lagi” ungkap bapak 3 orang anak ini.

Jhon mengerjakan seluruh pesanan karya gitarnya hanya di rumah kontrakan sederhana dengan bantuan sang istri

“Kalau saya kerjakannya itu di rumah aja dibantu sama istri” ungkap John.

Kepada Sariagri, John mengaku menikmati dan mensyukuri usaha tersebut, dikarenakan dirinya memang hobi bermain musik, ditambah lagi dukungan oleh istri dan teman – temannya sesama musisi amatir.

John mampu membuat berbagai jenis gitar seperti ukulele, gitar akustik dengan berbagai ukuran, bahan dan harga sesuai selera pemesan.

Selama menekuni usahanya ini. Dalam satu bulan, John dapat menerima pesanan 3 sampai 4 buah gitar dari berbagai ukuran.

” Kita syukuri ajalah bisa di cukup- cukupkan untuk kebutuhan keluarga, kebetulan dukungan istri, sama teman teman jadi kita semangat buat gitar. Harganya sesuai pesanan dari Rp 150.000 sampai Rp. 1. 000.000, juga ada permintaan yang eksklusif dengan bahannya yang bagus ” kata John.

John sendiri menyimpan harap kepada pemerintah, agar dapat turut membantu membuka peluang untuk mengembangkan usaha bagi para pelaku usaha rumahan seperti dirinya. Jika modal yang didapat cukup, John bisa membuat gitar dan usahannya bisa berkembang bukan hanya di Sungai Liat, tapi juga bisa dikirim keluar Bangka Belitung.

Saat ini , John baru menerima pesanan berdasarkan dari mulut ke mulut atau antar teman saja. Tapi tidak menutup kemungkinan, ke depan John akan menggunakan media sosial untuk mempromosikan dan menjual hasil karyanya, mengikuti bisnis kekinian. (doni)

Komentar

Berita Lainnya