oleh

Penumpang Ngeluh Antre Dua Jam untuk Keluar Bandara

PANGKALPINANG – Penumpang mengeluh harus antre 1-2 jam di pos keluar parkir Bandara Depati Amir Pangkalpinang gara-gara banyak yang belum mengetahui harus memiliki kartu parkir.

Salah satu penumpang, Tri, membagikan momen dirinya menunggu lebih dari 2 jam untuk bisa keluar melewati pos parkir Bandara Depati Amir yang dikelola pihak ketiga, Secure. Dia menyebut layanan parkir bermasalah sejak beberapa hari lalu hingga hari ini, Minggu (15/5/2022) pukul 11.00 WIB.

“Sempat down 2 jam di dalam mobil sejak sebelum jam 09.00 WIB. (Sekarang) masih antre mau keluar bandara. Apalagi kita penumpang tidak tahu harus beli kartu dan itu semua kayaknya belum terdengar sosialiasinya oleh pihak bandara,” kata Tri saat dihubungi sekitar 11.30 WIB, Minggu (15/5/2022).

Lusy, penumpang lainnya menyebut ada ratusan penumpang yang tiba di Bandara Depati Amir mengantre pengecekan untuk keluar bandara. Dia mengatakan penumpang yang membawa kendaraan harus memiliki kartu.

“Lucu banget. Kita yang menggunakan jasa bandara sama diperlakukan seperti jasa penumpang pelambuhan yang membawa mobil hendak masuk kapal feri. Harus ngantre berjam-jam hanya untuk keluar bandara. Saya sangat kecewa dan protes kepada pihak bandara supaya menegur pihak ketiga pengelola parkir yang tidak becus,” ucapnya kesal.

Pengelola Bandara Angkasa Pura II Depati Amir Beri Penjelasan

General Manager Angkasa Pura II Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Adi Wiyatno, membenarkan adanya anteran panjang di pintu keluar parkir. Menurutnya, anteran panjang itu disebabkan membludaknya penumpang yang tiba hingga mencapai 6 ribu penumpang pada hari ini, Minggu (15/5/2022).

“Alhamdulillah penumpangnya banyak, kalau banyak bayar pajaknya ke pemda banyak juga. Sebenarnya kita sudah sosialisasi ke masyarakat terkait penggunaan kartu parkir bandara. Kami tidak bisa memungkiri, tidak bisa mengelak memang lay out/pintu keluar di bandara baru ada dua gerbang dan itu perlu proses untuk ditambah,” ujarnya.

Dia mengatakan, memang belakangan ini penumpang yang tiba di Bandara Depati Amir Pangkalpiang sangat banyak. “ Terjadi lonjakan penumpang yang hendak keluar bandara memang sangat tinggi. Biasanya di bawah 2000, 1500 dan sekarang mencapai 6000 penumpang. Karena semua yang datang itu penumpang semua bukan pesawat kargo. Kami sampaikan prihatin kepada penumpang yang sudah mengikuti peraturan/ketentuan. Ada masyarakat yang menyadari memiliki kartu dan ada juga yang belum. Bagi masyarakat yang belum memiliki kartu mau gak mau harus memakai sistem manual lagi dan akan lebih lama proses keluar bandara,” ungkapnya.

Adi Wiyatno menyebutkan alasan terjadi anteran panjang dikarenakan banyak penumpang yang belum memiliki kartu hingga terjadi negosiasi dengan petugas dan terjadi kemacetan panjang. “Lebih lamanya begini ya dalam tanda kutip. Kalau dulu bayar cas. Begitu sampai di gate out menyerahkan tiket dan langsung keluar nominal berapa harus dibayar dan selesai. Kalau sekarang mereka belum punya kartu petugas harus mensosialisasikan juga bisa dibeli di pos di dalam bandara. Justru itu terjadi negosiasi lama dan kita tidak mau meloloskan pendapatan dan mau tak mau sebelum keluar harus beli dulu kartu,” jelasnya.

Untuk imbauan ke pengelola parkir, Adi Wiyatno mengatakan terus intens berkerjasama mengatur lalulintas dengan membuat contra flow agar mengurai kemacetan panjang.
“Sekarang ini kita buat contra flow. Yang masuk itu hanya ada satu gate dan sementara gate out ada tiga. Alhamdulillah sekarang ini kondisi kendaraan yang hendak keluar bandara sudah lancar dan aman. Kami himbau kepada masyarakat kedepannya agar menyiapkan kartu yang bisa dibeli di bandara, beberapa bank yang sudah Kerjasama termasuk aplikasi DANA dan GO PAY,” imbuhnya.

Sayangnya, pihak ketiga Secure, pengelola parkir bandara Depati Amir Pangkalpinang, Pak Subehan masih belum bisa dikonfirmasikan. (doni)

Komentar

Berita Lainnya