oleh

Pemprov DKI Akan Cek Dugaan Prostitusi di Hotel Alexis

Ilustrasi prostitusi. Ian Waldie/Getty Images/CNNIndonesia
Ilustrasi prostitusi. Ian Waldie/Getty Images/CNNIndonesia

JAKARTA I Isu mengenai praktik prostitusi di Hotel Alexis di kawasan Jakarta Utara hingga kini belum bisa dibuktikan kebenarannya. Oleh sebab itu Dinas Pariwisata DKI dan Satuan Polisi Pamong Praja akan mengecek dugaan tersebut.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah menjelaskan izin yang diberikan pada hotel tersebut hanyalah izin usaha dan tempat hiburan. Jika ternyata ada praktik prostitusi di dalamnya maka Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan penertiban.

“Nanti kami akan minta Dinas Pariwisata dan Satpol PP (untuk mengecek) karena perizinan dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata,” kata Saefullah saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/2/2016).

Menurut Saefullah, baik di Jakarta ataupun di Indonesia tak ada yang namanya izin prostitusi maka dari itu jika sebuah tempat yang izinnya adalah tempat hiburan tapi digunakan untuk prostitusi maka harus ditindak secara tegas.

Saefullah berujar seharusnya Satpol PP bisa mengecek dari jauh-jauh hari saat isu ini naik ke permukaan. Namun karena hingga saat ini tak ada tindak lanjut maka itu bisa dijadikan koreksi bagi Satpol PP untuk bisa bekerja dengan lebih sigap lagi.

Saat melakukan rapat pimpinan dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama siang tadi, Saefullah menyebut bahwa sang gubernur sempat menyinggung soal penutupan tempat hiburan Stadium pada 2014 lalu. Ahok, sapaan Basuki, menanyakan kenapa tak ada lagi penutupan semacam itu terjadi di Jakarta.

Sebagai catatan, Stadium ditutup bukan karena ada praktik prostitusi namun ditemukan fakta telah terjadi peredaran narkoba yang cukup besar.

“Memang Stadium ditutup karena ada kasus narkoba dua kali berturut-turut dan akhirnya tak boleh lagi membuka tempat usaha semacam itu,” kata Saefullah.

Tak jauh berbeda dengan Stadium dan narkoba, Saefullah menilai jika di Alexis terbukti ada praktik prostitusi maka hotel tersebut harus ditutup karena melanggar izin usahanya.

“Sekarang Alexis itu prostitusinya di mana? Kan tak jelas juga. Jika ada prostitusi maka harus ditutup Alexisnya,” kata dia.

Sebelumnya Ahok selalu menegaskan bahwa tak ada manusia di Indonesia yang mampu menghilangkan praktik prostitusi, termasuk di Jakarta. Menurut Basuki, salah satu lokasi yang sering terjadi praktik prostitusi adalah Hotel Alexis di Jakarta Utara.

Ahok menjelaskan prostitusi ke Hotel Alexis menunjukkan bahwa praktik semacam itu sudah merambah ke kawasan-kawasan yang terbilang mewah. Bahkan Ahok mengungkapkan salah satu lantai di hotel tersebut bisa dianalogikan sebagai surga dunia.

“Di Alexis itu lantai tujuhnya surga dunia, di sana itu surga bukan berada di telapak kaki ibu melainkan di lantai tujuh,” kata Ahok Selasa (16/2).

Ahok mengetahui dugaan prostitusi di Hotel Alexis karena mendapat dari anak buahnya yang pernah melakukan pengecekan ke sana. Namun karena tak memiliki bukti yang kuat maka penutupan lokasi tersebut sulit dilakukan.

Sementara itu, terkait dengan pekerja seks komersial di Hotel Alexis, Ahok menjelaskan bahwa tak semua berasal dari Jakarta. Bahkan, PSK di sana bukan hanya warga negara Indonesia melainkan juga warga negara asing.

“Semua jenis ada di sana, dari negara ini itu ada,” kata dia.(CNN)

Komentar

Berita Lainnya