Berita Daerah

Pemkot Lubuklinggau Minta Kesediaan Ponpes untuk Menampung Anjal

180
anjal

LUBUKLINGGAU I Untuk mengurangi jumlah anak jalanan (Anjal) dan pengemis yang selama ini meresahkan warga Kota Lubuklinggau, Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau melalui Dinas Sosial (Dinsos) Lubuklinggau, berharap agar pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) ada yang mau mengajukan diri untuk menampung anjal dan pengemis untuk dibina, Selasa (7/3).

Kepala Dinsos Kota Lubuklinggau, Aritonga melalui Sekretaris Dinsos Kota Lubuklinggau, Indra Safei mengaku, saat ini pihaknya sangat mengharapkan ada kedermawanan para pemiliki Ponpes, agar mau menerima anjal dan pengemis yang terjaring razia untuk dibina di Ponpes.

“Selama ini kita melakukan razia, tentu sia-sia saja, sebab setelah terjaring dan didata, lalu mereka kembali mengemis. Harapannya, ada relawan yang siap menampung dan membina para anjal dan pengemis ini,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, selain diperlukan kerjasama dengan Ponpes, diharapkan juga agar Kementerian Sosial supaya bisa memberikan anggaran khusus ke Dinsos, khususnya untuk membangun Gedung Trauma Center (RTC).

“Jadi bisa difungsikan untuk membina para anak dan orang dewasa yang memilik ketraumaan yang bahkan menyebabkan mereka stres. Sejak tahun 2015 lalu, kita telah mengajukan permohonan Gedung RTC ini yang sangat berfungsi untuk para pengidap trauma tingkat tinggi, tapi hingga saat ini belum ada respon dari pemerintah pusat dalam hal ini Kemensos RI,” ungkapnya.(Mulyadi)

Exit mobile version