oleh

Pemkab Ogan Ilir Sekolahkan Tiga Dokter

Ilustrasi
Ilustrasi

INDERALAYA I Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir tahun ini menyekolahkan sebanyak tiga dokter umum menjadi dokter spesialis. Peningkatan sumber daya manusia dibidang medis ini diharapkan dapat meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus pemenuhan kebutuhan SDM, terutama dokter spesialis.

“Memang khusus di OI ini masih minim dokter spesialis. Makanya Pemkab OI mengalokasikan anggarannya menyekolahkan dokter umum menjadi dokter spesialis dengan harapan dapat mendedikasikan diri mengabdi di OI memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat OI,”kata Kepala BKD OI H Dajis AL didampingi Kabid  Mutasi dan Formasi BKD OI Hadi Yuliansyah, kemarin.

Menurut dia, untuk masing-masing dokter yang disekolahkan dibiayai pemerintah sebesar Rp40juta setahun. Sebelum disekolahkan, tiap dokter pun wajib membuat pernyataan untuk mengabdi didaerah selama lima tahun.

Disinggung pemenuhan kekurangan dokter, lanjut dia, tiap tahun saat penerimaan CPNS pihaknya terus mengusulkan ke Menpan RB memberikan kuota formasi dokter. Sayangnya di tahun 2014 lalu saat pembukaan dokter spesialis, namun tidak ada peminat yang mau mendaftarkan diri.

“Itulah yang disesalkan. Ketika ada pembukaan CPNS dokter spesialis, namun tidak ada satupun peminat yang mau. Tapi sekarang ini jika ingin memenuhi kebutuhan dokter dapat berkoordinasi dengan kementerian kesehatan dan kementerian kesehatan akan memenuhinya,”jelasnya.

Dia berharap sejumlah dokter yang disekolahkan ke depan mampu memenuhi kebutuhan rumah sakit sekaligus membackup tenaga dokter muda.

Sementara itu, Direktur RSUD OI Drg Hj Irma Novianty menambahkan saat ini RSUD Kabupaten OI yang berada di Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai Indralaya baru memiliki tiga dokter spesialis penyakit dalam, spesilias bedah dan spesialis syaraf.

“Khusus spesialis lainnya seperti kulit, gigi, jantung, dan lainnya belum ada. Sedangkan untuk dokter spesialis syaraf hanya melakukan praktik berlangsung dua kali dalam seminggu. Ya, memang seperti inilah kondisi di rumah sakit karena keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Namun perlahan kami akan memenuhi semua kekosongan yang ada,”ujarnya. (ST)

Komentar

Berita Lainnya