Musi Banyuasin

Pemerintah Siapkan Tim Pantau Raskin

224
×

Pemerintah Siapkan Tim Pantau Raskin

Sebarkan artikel ini
1
pemkab muba pemkab muba
Pemerintah Siapkan Tim Pantau Raskin
Kabag Pembangunan dan Ekonomi Setda Pemkab Empat Lawang Marwan Effendy

EMPAT LAWANG I Pembagian beras miskin (raskin) menjadi sorotan Pemkab Empat Lawang. Pasalnya, banyak keluhan pembagian raskin di Empat lawang, hal ini diakui Kabag Pembangunan dan Ekonomi Setda Pemkab Empat Lawang Marwan Effendy

Menurut Marwan, pembagian raskin mulai dari titik distribusi sampai ke tingkat desa menjadi tanggung jawabnya dalam melakukan monitoring namun yang terjadi selama ini tidak ada pemberitahuan, raskin dari bulog langsung saja di bagikan ke RTS (Rumah Tangga Sasaran), jangan sampai pihaknya hanya tempat dimintai pagu raskin setiap bulannya saja.

“Penyaluran raskin dari titik distribusi menjadi tanggung jawab kita dan harus dipantau itu,” ujar marwan.

Selanjutnya Marwan menyampaikan, beberapa keluhan yang diterima pihaknya, mulai dari dana tambahan yang tidak sesuai, sampai data penerima raskin yang tidak layak, hal ini bakal ditindak lanjuti dilapangan.

Mengenai dana tambahan yakni dana yang dikenakan ke RTS sebagai dana angkut dari titik distribusi sampai ke tangan RTS, jumlah nya tidak sama sesuai jarak dan ongkos angkut daerah itu sendiri.

Jangan sampai desa yang dekat lebih mahal dari desa yang jauh, karen aini tidak masuk akan dan membebani RTS itu sendiri. “Ini penting kita pantau, masyarakat jangan sampai tebebani,” imbuhnya.

Begitu juga dengan data penerima raskin, banyak yang tidak tepat sasaran lagi, maklum data yang digunakan data lama yang harus update sehingga sesuai dengan sasaran penyaluran raskin itu sendiri.

“Sebagai provinsi penerima penyaluran raskin Award harus berbenah lah, jangan sampai ditingkat kabupaten penyalurannya kacau,” kata Marwan.

Apakah ada laporan pengurangan jatah raskin dalam kemasan, Marwan mengaku belum ada laporan, namun juga tetap akan di cek tim kelapangan nanti.

Pembangian raskin saat ini, kata Marwan, sudah lebih enak karena tidak menimbang lagi, sudah ada kemasan dan setiap kemasan karung seberat 15 kg, dengan harga perkilogram Rp 1600 per Kg dititik distribusi, jika sampai di RTS sesuai dana tambahan yang disepakati tadi. “Ini juga rawan, memang keluhan belum ada tapi himbau masyarakat laporkan jika berat kemasan berubah atau tidak sesuai,” jelasnya. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *