oleh

Peletakan Batu Pertama, Akhirnya Polda Babel Bakal Miliki Gedung Dit Tahti Berlantai 2

PANGKALPINANG – Kapolda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Irjen Anang Syarif Hidayat meletakan batu pertama pembangunan Gedung Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Babel, Selasa (8/6/2021).

“Pembangunan Gedung Tahti ini sudah kita harapkan sejak tahun yang lalu, dengan melihat kondisi Polda yang sangat memprihatinkan,” kata Kapolda dalam sambutannya.

Kapolda mengungkapkan, dirinya sudah beberapa kali melakukan lobi ke Mabes Polri untuk bisa mendapatkan dukungan pendanaan terhadap pembangunan ruang tahanan di Gedung Tahti Mapolda Babel.

“Karena lobi kita lambat, baru Bulan Desember tahun 2019 dilakukan, dan sudah ketok palu sehingga susah untuk menggunakan APBN, kemudian berupaya lain dengan cara menggunakan dana Samsat,” ujarnya.

Pada saat itu, diungkapkan Kapolda, pihaknya sudah melihat tanda-tanda bahwa pembangunan ruang tahanan tersebut bakal disetujui pada 2020 lalu.

“Namun pada tahun 2020 mendadak ada Covid-19, semua anggaran di-refocusing, Samsat berpikir keras untuk menggulirkan dana,” terangnya

Namun, diutarakan dia, pihaknya tidak pernah menyerah untuk merealisasikan pembangunan Gedung Dit Tahti tersebut, hingga pada akhirnya, dia mengungkapkan, pihaknya melakukan pengusulan kembali di tahun 2021.

“Kita cari jalan lain gimana caranya, tahu-tahu disetujui Samsat nya untuk tahun ini. Jadi ini luar biasa, satu hal yang saya cukup bangga, memang nasib kita juga, sebetulnya dari awal sudah akan digulirkan tapi memang banyak hambatan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, pembangunan Gedung Dit Tahti dua lantai ini menelan anggaran sebesar Rp. 8.902.422.000,-, untuk sarana dan prasarana dengan lahan seluas 1.575 M2, ukuran 37 x 42 M2. Luas bangunan ruang tahanan ini seluas 1190 M2 dengan ukuran 32 x 22 M2 menggunakan struktur beton bertulang tipe 2 lantai.

Lantai 1 digunakan untuk kantor dan gudang penyimpanan barang bukti, termasuk barang bukti kendaraan bermotor, kemudian lantai 2 untuk ruang tahanan terdiri dari 19 kamar dengan kapasitas sebesar 171 orang bagi tahanan laki-laki, perempuan, dan anak, termasuk tahanan khusus (teroris).

Di area gedung tersebut nantinya akan dipasang cctv di titik-titik tertentu. Untuk tahanan yang ada di polres atau polsek apabila terdapat penumpukan tahanan, maka dapat dititipkan di ruang tahanan Polda. (EDI)

Komentar

Berita Lainnya