oleh

Pasien Covid-19 Diperkosa Sopir Ambulans dalam Perjalanan ke Rumah Sakit

Beritamusi.ci.id –Seorang pasien Covid-19 diperkosa oleh sopir ambulans yang membawanya dalam sebuah insiden mengejutkan, yang memicu kemarahan publik di Distrik Pathanamthitta, Negara Bagian Kerala, India.

Berdasarkan keterangan polisi, dua wanita dari sebuah keluarga dinyatakan positif Covid-19 pada Sabtu (5/9/2020) malam dan mereka dibawa ke fasilitas kesehatan dengan ambulans. Tidak ada anggota keluarga yang ikut mengantar mereka dalam ambulans sesuai dengan protokol yang ditetapkan Pemerintah Kerala.

Sementara salah satu dari mereka dirawat di fasilitas khusus Covid-19, pihak berwenang menyarankan pengemudi ambulans untuk membawa perempuan kedua ke rumah sakit lain, yang hanya berjarak 4 km jauhnya.

Tetapi sopir ambulans kemudian mengambil jalan memutar, berkendara sekira 18 km. Polisi mengatakan, dalam perjalanan, sopir menghentikan ambulans di tempat terpencil dan memperkosa pasien berusia 22 tahun di dalam kendaraan.

Sopir itu mengancam perempuan itu jika dia berani menceritakan apa yang terjadi, tetapi korban memberi tahu dokter tentang insiden itu saat dirawat di rumah sakit. Belakangan, pemeriksaan medis mengonfirmasi serangan seksual tersebut.

Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga Kerala KK Shailaja menyebut insiden itu “tidak manusiawi” dan mengatakan “seharusnya tidak terjadi”.

Polisi menangkap pelaku dan menemukan bahwa pria berusia 29 tahun itu pernah terlibat dalam beberapa kasus kriminal di masa lalu, termasuk percobaan pembunuhan.

Pejabat kesehatan mengatakan dia direkrut untuk sementara dan mereka sedang menyelidiki bagaimana dia bisa dipekerjakan meski memiliki catatan kriminal. Pejabat di kementerian kesehatan mengatakan departemen akan memerintahkan penyelidikan.

“Tampaknya itu kejahatan terencana. Sopir mengambil jalan memutar. Kami sudah mengumpulkan semua bukti. Kami akan mempercepat persidangan untuk memberikan hukuman yang ketat kepada terdakwa,” kata KG Simon, pengawas polisi, Pathanamthitta sebagaimana dilansir Hindustan Times.

Setelah insiden tersebut, otoritas kesehatan memberikan instruksi ketat bahwa setiap ambulans harus memiliki setidaknya dua karyawan dan perawatan khusus harus diberikan jika ada pasien perempuan di dalam kendaraan. Mereka juga meminta bantuan polisi untuk memverifikasi anteseden semua pengemudi. (Sumber: okezone.com)

 

Komentar

Berita Lainnya