Berita Daerah

Nenek 85 Tahun Tewas Terpanggang

265
Terbakar
Puing-puing rumah Almarhum nenek  Hopsah (85), warga Dusun IV, Desa Sriguna, Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang tewass terbakar.

KAYUAGUNG I Nasib Malang menimpa seorang nenek bernama Hopsah (85), warga Dusun IV, Desa Sriguna, Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Ia tewas terpanggang saat kediamannya terbakar dilalap api, Selasa dini hari (31/1/2017), pukul 02.30 WIB.

Informasi yang dihimpun, saat peristiwa terjadi, sebagin besar warga tengah tertidur pulas. Tiba-tiba seorang warga melihat ada asap yang mengepul dari rumah korban. Karuan saja, mendengar teriakan ‘kebakaran’ warga langsung berhamburan keluar rumah dan berusaha menyelamatkan korban. Naas, api dengan cepat membesar, korban pun terjebak dalam kobaran api.

Kepala Desa (Kades) Sriguna, Ahmad Firdaus mengatakan, masyarakat tidak sempat menyelamatkan korban lantaran perisiwa terjadi disaat para tetangganya tidur pulas dan kediaman terbuat dari kayu, sehingga sangat mudah terbakar.

“Warga mengetahui api tiba-tiba sudah membesar, sehingga tidak sempat lagi menyelamatkan pemilik rumah. Setelah api padam, kita temukan korban sudah meninggal dunia dalam kondisi hangus terbakar,” ungkapnya.

Katanya, selama ini korban memang tinggal sendirian di rumah dan dalam keadaan sakit. Sebenarnya korban mempunyai empat empat orang anak, tiga orang merantau dan satu orang lagi sudah berkeluarga dan tinggal ditempat terpisah.

“Korban sudah dimakamkan. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran tersebut,” katanya.

Sementara Camat Teluk Gelam, Narudin menambahkan, pihaknya telah melaporkan kejadian ini ke Dinas Sosial (Dinsos) OKI.

“Setelah kita laporkan, pihak Dinsos OKI telah datang dan memberikan bantuan kepada keluarga korban. Untuk penyebab kebakaran, kita belum tahu,” katanya.

Kasat Reskrim Polres OKI, AKP Haris Munandar membenarkan, ada seorang warga yang menjadi korban kebakaran.

“Kita masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), untuk menyelidiki asal api, apakah dari konsleting listrik atau disebabkan lainnya,” singkatnya.(Romi)

Exit mobile version