oleh

MUI OKI Sayangkan Aksi Pembongkaran Makam di Desa Serigeni Lama

Ogan Komering Ilir | Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten OKI, Suparjono Ali Haq Al-Tsabit menyayangkan aksi pembongkaran makam yang terjadi di Desa Serigeni Lama, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Rabu (07/08) kemarin.

Isu yang sempat viral dan membuat heboh di Bumi Bende Seguguk ini diduga dilatari karena perbedaan pilihan dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di OKI November 2019 mendatang. Diketahui, makam tersebut merupakan makam dari almarhumah Maimunah binti Hasan, yang meninggal dunia pada 11 April 2016 lalu.

“Kami menyampaikan rasa keprihatinan kami atas kejadian ini. Apalagi ini merupakan dari akan dilaksanakan Pilkades nanti,” kata Tsabit, Kamis (08/08).

Menurutnya, kejadian ini sungguh menyedihkan dan tidak seharusnya terjadi. Pasalnya, Pilkades adalah kegiatan untuk memilih pemimpin yang terbaik di suatu desa.

Selain itu, lanjut Tsabit hal-hal seperti ini sangat tidak patut dilakukan apalagi karena hal politis. “Kalau ini politik, ini sangat tidak elok bagi demokrasi di desa itu, dan kalaupun ini persoalan pribadi ini jg tidak elok karena berbuat seperti ini,” ujarnya.

Dirinya berharap agar pihak pemerintah ataupun dinas terkait dapat meredakan isu ini dan memberi masukan kepada masyarakat sehingga hal semacam ini tidak terjadi lagi.

Dirinya beranggapan, Pilkades adalah untuk memilih pemimpin yang baik. Baik di sini, lanjutnya bukan hanya yang memiliki kecerdasan secara intelektual tapi juga kecerdasan spiritual dan kepribadian. 

“Ketika orang berbeda pendapat atau beda pilihan semestinya tindakan yang bertentangan dengan pola hidup dan sosial yang tidak lazim seperti ini sebaiknya tidak ditampilkan,” tandasnya.

Informasi yang dihimpun makam yang dibongkar ini terletak di pemakaman keluarga di Dusun III, dimana lahan tersebut milik nenek dari Iryani, warga Kampung I Desa Serigeni Lama, yang tak lain adalah suami dari Erwan, Ketua Pemangku Adat Desa Serigeni Lama yang juga merupakan tim pemenangan salah satu bakal calon kades setempat.

Prosesi pembongkaran makam ini dilakukan sekira pukul 10.00 Wib, dan disaksikan oleh ratusan warga. Beberapa warga juga turut membantu langsung melakukan pembongkaran makam.

Setelah makam dibongkar, jenazah langsung dibawa menggunakan perahu ketek ke lokasi baru yang letaknya di seberang Sungai Komering desa setempat. Setelah dimakamkan, pihak keluarga juga berencana akan menggelar takziah bersama tokoh agama dan masyarakat di kediaman keluarga almarhumah. (romi)

Komentar

Berita Lainnya