oleh

Muba Anggarkan Rp2,45 Milar untuk TMMD

MUBA | Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) sebagai program lintas sektoral yang melibatkan TNI, Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian dan Pemerintah Daerah serta segenap lapisan masyarakat merupakan salah satu langkah nyata guna mengatasi berbagai permasalahan pembangunan yang dihadapi. TMMD ini diarahkan pada pembangunan infrastruktur, sarana prasarana fasilitas umum dan sosial yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat di daerah.
Demikian disampaikan Bupati Muba, H Dodi Reza Alex Noerdin pada wawancara dengan media nasional yang dihadirkan oleh Kasubdis Penmedtak Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Dispenad) Kolonel Inf Paiman, Kapten Chb Arvianto didampingi Kodam II/Swj Mayor Cba made dan Korem 044/Gapo, Kapenrem Mayor lnf Binsar Simanjuntak. Pada agenda Coffe Morning bersama di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Kamis pagi (1/8).
Dikatakan Bupati Musi Banyuasin dengan wilayah yang cukup luas serta adanya desa yang berjarak jauh antar desa maupun kecamatan, maka perlu pembangunan infrastruktur jalan penghubung desa. Maka menjadi salah satu program prioritas Pemkab Muba melalui TMMD untuk membangun fisik dan non fisik masyarakat desa.
“Kesulitan membangun desa karena jalan antar desa penghubung yang jauh, pasti biaya mahal sedangkan kita punya ruas-ruas jalan strategis antar kecamatan yang menjadi salah satu prioritas kita, nah salah satu solusi untuk memberdayakan masyarakat desa di tingkat lokal, apalagi desa-desa yang terpencil dan jauh maka kita buatkan program TMMD ini, “ujar Dodi.
Menurutnya, manfaat TMMD selain merupakan program Pemkab Muba  dalam misi membangun desa, tapi juga bisa mendapatkan sasaran yang lebih dengan adanya kegiatan fisik dan non fisik dengan pihak TNI dan seluruh masyarakat dilibatkan. Dandim juga inginkan masyarakat ikut gotong royong misalkan bangun jembatan 4×2 meter itu jadi bagian manunggal nya TNI dengan masyarakat dan Pemkab Muba.
Ditambahkannya, pemkab Muba tetap komitmen bahwa dari tahun ke tahun program TMMD ini merupakan salah satu program startegis dari Pemkab Muba, yang mana punya dua sasaran yaitu fisik dan non fisik. Kalau ini sudah jadi program strategis, artinya harus berkesinambungan dan konsisten , sesuai dengan tujuan  TMMD sendiri. bahwa kita ingin Pemerintah dan TNI hadir di masyarakat untuk membangun daerah jauh, pelosok dan terpencil. “Saya pandang ini memang dibutuhkan dalam mewujudkan misi Pemkab Muba membangun desa,”jelasnya.
Disamping fisik ada non fisik, dimana non fisik ini membangun pola fikir masyarakat,  Nah TMMD dipilihkan lokasi yang memang daerah tersebut harus diperkuat rasa kebangsaannya, maka perlu ditamamkan faham pencegahan radikalisme, terorime dan terutama penyebaran narkoba, karena ini masalah berat.
“Saya lebih konsen soal pencegahan peredaran narkoba karena kalau untuk pemahamam radikalisme dan terorisme tidak juga, karena Kabupaten Muba termasukal zona zero konflik. Tergolong kondusif makanya sekarang Pemkab muba sudah memberlakukan Perda Pembatasan Pesta Rakyat, untuk mencegah peredaran narkoba, “bebernya.
Menurutnya, nggaran untuk program TMMD ini terus meningkat, tahun lalu di Desa Purwosari Lais 1,4 Miliar. Dan sekarang karena luasan pekerjaan fisiknya cukup besar dan kami juga percaya dengan TNI melalui program yang sangat bagus ini jadi anggaran dinaikkan hampir dua kali lipat menjadi 2,45 miliar.
“Jadi Maksimalkan fungsi TMMD ini, filosopinya bukan hanya manunggal nya TNI dengan masyarakat saja namun negara hadir bersama masyarakat untuk sama-sama membangun daerahnya, “ucap Dodi.(Endang)

Komentar

Berita Lainnya