oleh

Mobil Puskesmas Keliling Digunakan untuk Operasional Pribadi

INDERALAYA I Sejumlah mobil dinas yang diperuntukkan bagi puskesmas yang ada di Ogan Ilir kini disoal. Warga menuding mobil puskesmas keliling yang merupakan bantuan Kemenkes berubah fungsi untuk operasional oknum kepala maupun pegawai puskesmas. Warga hanya berharap mobil puskesmas keliling dapat stay di puskesmas guna melayani keperluan masyarakat.

“Kami heran juga kenapa mobil puskesmas keliling banyak digunakan oknum pegawai puskesmas untuk keperluan pribadi. Mobil puskesmas itukan harusnya banyak stay di puskesmas. Jika ada warga yang memerlukan mobil ada dan siap,”kata Jul, warga Sungai Pinang, Kecamatan Sungai Pinang OI.

Dia menyatakan pihaknya meminta kepada dinas kesehatan OI untuk lebih peka dalam hal melakukan pengawasan terhadap penggunaan kendaraan dinas.  Sebab jika pengawasan saja minim, maka oknum pegawai di puskesmas akan makin leluasa menggunakan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi.

Selama ini sejak empat bulan terakhir kendaraan dinas puskesmas keliling diterima, justru peruntukkannya banyak digunakan untuk kepentingan pribadi dibadningkan untuk melayani kesehatan masyarakat.

“Ada keluarga pasien yang mengeluh tidak ada kendaraan saat akan dirujuk ke rumah sakit Palembang karena kendaraan puskesmas keliling tidak berada ditempat. Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi dikemudian hari,”ujarnya.

Dia berharap pihak terkait dapat membatasi ruang gerak dalam penggunaan kendaraan puskesmas keliling demi pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Menyikapi hal itu, Ketua Komisi IV DPRD OI bidang kesra Azmi A Hadi mengaku sangat menyayangkan ada kendaraan puskesmas keliling yang diduga digunakan untuk kepentingan pribadi ketimbang masyarakat luas.

“Laporan ini sudah kami ketahui. Nanti kami akan emmanggil dinas kesehatan untuk menjelaskan masalah ini. Ke depan pun kami juga akan agendakan melalui metodelogi sample random dengan mendatangi beberapa puskesmas dari 25 puskesmas yang ada di OI,”kata politisi PAN OI ini.

Terpisah, Kasubag Umum Perlengkapan Dinkes OI Desjon Priani menambahkan ditahun 2015 lalu setidaknya ada 10unit mobil double gardan Isizu Dmax yang merupakan bantuan APBN diambil dari Dana Tugas Perbantuan (DTP) Kemenkes.

“Kendaraan ini hanya diperuntukkan bagi puskesmas terpencil yang bertujuan memperlancar operasional puskesmas keliling saja dan bukan untuk kepentingan pribadi,”katanya.

Menurut dia, puskesmas terpencil yang mendapatkan kendaraan operasional itu antara lain puskesmas yang berada di Desa Muara Kuang, Betung Payaraman, KTM Rambutan, Kandis, Sungai Keli, Sungai Lebung Pemulutan, Talang Pangeran, Rambang Kuang, Sungai Pinang danPuskesmas Rantau Panjang.(ST)

Komentar

Berita Lainnya