oleh

Menteri Perlindungan Anak Dorong Kampanye ‘Setop Cium Aibon’

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise. (Antara Foto/ Andika Wahyu)
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise. (Antara Foto/ Andika Wahyu)

JAKARTA I Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mendorong penuh gerakan ‘setop cium lem aibon’, yang kerap disalahgunakan menjadi barang konsumsi untuk mabuk terutama di kalangan remaja.

Gerakan setop cium lem aibon itu kini mulai dikampanyekan di Provinsi Papua Barat. Lem perekat berbentuk gel yang mengandung Lysergic Acid Diethylamide (LSD) itu diyakini bisa memberi efek halusinogen bagi siapapun yang mengirupnya.

“Saya berharap, ini tidak hanya dikampanyekan di Provinsi Papua Barat, tetapi juga Papua bahkan di seluruh wilayah Indonesia sehingga generasi muda bisa diselamatkan,” kata Yohana seperti diberitakan Antara di Jayapura, Kamis (7/4).

Menurut Yohana, anak merupakan generasi penerus bukan hanya di keluarga tetapi juga bangsa. Bahaya mengirup lem aibon dianggap bakal merusak kesehatan anak baik secara fisik maupun kejiwaan.

“Pasalnya, kebiasaan menghisap bau lem aibon atau fox ini, tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan anak, tetapi juga perilaku sehari-hari,” ujarnya.

Yohana berharap dukungan untuk kampanye setop cium aibon itu tidak hanya berasal dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, tetapi dari elemen masyarakat lainnya.

“Apresiasi yang tinggi diberikan bagi pihak-pihak yang memulai kampanye gerakan stop cium aibon/fox dan diharapkan dapat dilanjutkan oleh yang lainnya,” ujar dia.

Kampanye setop cium aibon di Papua Barat berawal dari gerakan STOP CIUM LEM/FOX, STOP SEKS DINI/BEBAS dan STOP NARKOBA yang digagas Senator Mervin S. Komber. Kampanye itu dimulai dengan menggandeng siswa-siswi SMP Don Bosco Sorong yang membagikan stiker, diskusi kebangsaan dan orasi pesan moral.

“Kami meminta perhatian pemerintah dalam pembinaan generasi muda dengan mengoptimalkan kegiatan ekstrakulikuler dan ekstrakampus sehingga dapat menghindarkan dari kegiatan yang merugikan seperti mencium lem aibon atau seks bebas,” kata Mervin. (CNN)

Komentar

Berita Lainnya