Bangka Belitung

Mengintip Aktivitas Tambang Tradisional di Laut Matras 

234
×

Mengintip Aktivitas Tambang Tradisional di Laut Matras 

Sebarkan artikel ini
IMG-20220219-WA0017
pemkab muba pemkab muba

SUNGAILIAT | Aktivitas penambangan tradisional di laut Matras Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka yang dilakukan masyarakat menggunakan TI Perahu dan Ponton Drum diakui sangat membantu ekonomi nelayan setempat. Limbah Kapal Isap Produksi (KIP) berupa beting yang ditambang sungguh sangat berarti untuk menopang ekonomi.

Pantauan beritamusi.co.ic, Jumat sore (18/2/2022) di laut Matras terlihat puluhan TI Perahu tradisional milik masyarakat nelayan mengais rezeki untuk kehidupan sehari-hari.

Seorang bocah sekitar umur 5 tahun bersama ibunya terlihat bermain di pinggir pantai Laut Matras. Sesekali pandangan si bocah laki laki bernama Jefri menunjuk ke arah tengah laut.

“Itu perahu bapak buk,” tunjuk si bocah. Ternyata bapak si bocah adalah nelayan Matras yang berubah profesi sementara sebagai penambang tradisional.

“Iya, sejak beralih profesi sebagai penambang tradisional, ekonomi keluarga kami sangat-sangat terbantu. Apalagi hasil tangkapan ikan berkurang terlebih kalau cuaca buruk tidak bisa mencari ikan dan pekerjaan sebagai penambang menjadi solusi alternatif,” ucap si ibu bocah. 

“Alhamdulillah pak, hasilnya lumayan untuk makan sehari-hari, jajan sekolah anak dan kalau ada sisanya buat ditabung,” tambahnya.

Sementara itu, Junaidi, Ketua Nelayan Matras Bersatu, warga Lingkungan Matras tak menampik sejak ada penambangan tradisional sangat membantu ekonomi masyarakat setempat. 

“Kalau kami masyarakat nelayan terutama 40 ponton yang menambang di laut Matras jelas sangat membantu. Apalagi kami nelayan berubah profesi sekarang jadi penambang bisa membantu untuk desa, masjid, mushola, TPA,” kata Junaidi, Sabtu (19/2/2022).

Dikatakan Junaidi, jika berjalan normal, Kelompok Nelayan Matras Bersatu tiap minggu setor ke dua masjid. “Apalagi masjid Bukit Koala saat ini sedang membangun kami bantu termasuk mushola Matras, TPA Bukit Koala dan TPA mushola Matras semuanya dibantu. Para janda-janda, orang tua kurang mampu dibantu semua. Intinya Kelompok Nelayan Matras Bersatu ingin bekerja berdampingan dengan Kelompok Bejalu,” ujarnya.

Ade Nirwan, tokoh pemuda dan masyarakat kampung Nelayan 2 yang lebih dulu merasakan manfaat keberadaan KIP di wilayah perairan Sungailiat dan sekitarnya mengatakan agar penambangan tradisional rakyat jangan di stop.

“Sejak ada tambang tradisional rakyat bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat mencapai 300 persen lebih sehingga mereka bisa menyekolahkan anak-anaknya  ke perguruan tinggi dan untuk pemulihan ekonomi nasional,” katanya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Matras, Rama Prata Wijaya yang sekaligus mewakili Kelompok Bejalu menyampaikan penambangan di Laut Matras sangat membantu ekonomi masyarakat.

“ Penambangan di laut Matras jelas ada bukti kongkrit sangat membantu ekonomi masyarakat. Terlebih kedepannya kami akan membentuk UMKM pasca penambangan. Ada pembagian sembako juga di TPA. Ibu-ibu posyandu dengar-dengar honornya hanya Rp25 ribu kami bantu juga agar kerjanya lebih semangat,” kata Rama dibincangi, Sabtu (19/2/2022).

Selain untuk masyarakat, sambung Rama, ada juga bantuan untuk nelayan yang masih ingin melaut. 

“Untuk nelayan tempo hari kita beli mesin genset, sekoci dan pemberian uang untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan untuk keuangan kas bola, voli, kas desa, kas ambulans kita bantu operasionalnya tiap hari kita bantu. Apalagi yang sakit antar-jemput semuanya kita gratiskan,” tandasnya. (doni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *