oleh

Menggemparkan, Nenek 60 Tahun Diperkosa Hingga Pendarahaan

BANGKALAN I Kasus pemerkosaan yang terjadi di wilayah hukum Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur terbilang langka dan sempta menggemparkan warga bangkalan. Sebab, yang menjadi korban pemerkosaan usianya lebih tua dari pelaku yaitu nenek berusia 60 tahun berinisial H. Ironisnya, pelaku biadab itu adalah tetangga korban sendiri yakni Halik (38).

Peristiwa tersebut berawal ketika pelaku bernama Halik (38), menghadiri tahlilan di rumah tetangganya.

Usai tahlilan pelaku tidak pulang ke rumahnya, melainkan pergi ke rumah korban yang juga seorang dukun beranak. Lalu pelaku memperkosa sang nenek. Korban tidak bisa berteriak untuk minta tolong karena mulutnya disumpal dengan kain sarung oleh pelaku.

Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku meninggalkan korban dan pergi ke kembali ke lokasi tahlilan. Selanjutnya pelaku berbaur dengan warga lain sembari bermain domino.

Sementara itu, korban berteriak kesakitan akibat diperkosa pelaku. Bahkan korban mengalami pendarahan. Anak korban yang tinggal di sebelahnya langsung menghampiri korban dan menanyakan apa yang terjadi.

Kemudian korban menceritakan kejadian kelam yang baru menimpanya. Lalu anak korban melaporkan pada Kepala Desa (Kades) setempat. Aparat desa pun langsung mengamankan pelaku.

“Awalnya pelaku berbelit-belit saat ditanya apakah telah memperkosa koban, tetapi setelah didesak pelaku akhirnya mengakui perbuatannya,” terang Kades Longos, Masud, Jumat (18/3/2016).

Menurut Masud, pelaku kembali lagi ke lokasi tahlilan disinyalir hanya sebagai upaya untuk menutupi prilaku bejatnya. Setelah diamankan, lalu pelaku diserahkan ke polisi untuk diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. Kini, pelaku yang bernama Halik (38) harus mendekam di mapolsek setempat.

Akibat pemerkosaan tersebut, korban mengalami pendarahan. Saat ini korban yang merupakan dukun beranak itu dirawat secara intensif di Rumah Sakit Daerah (RSD) Moh Anwar Sumenep.

Kopolsek Gapura AKP Suwarno membenarkan adanya kasus tersebut. Pihaknya juga sudah menangkap pelaku dan dijebloskan dalam tahanan, setelah mendapat laporan dari masyarakat.

“Kami juga sudah meminta keterangan pada sejumlah saksi terkait kasus ini, termasuk memeriksa pelaku sendiri yang telah diamankan,” terang Suwarno, Jumat (18/3/2016).

Menurut Suwarno, kasus dugaan pemerkosaan kali ini terbilang langka. Sebab, biasanya pemerkosaan terjadi pada korban di bawah umur atau masih seusia pelaku. Tetapi yang terjadi korban sudah berumur sekitar 60 tahun.

“Kami akan menjerat pelaku dengan Pasal 285 KUHP tentang Pemerkosaan. Adapun ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara,” papar Suwarno. (sindonews)

Komentar

Berita Lainnya