oleh

Menderita Tumor Ganas, Pelajar Empat Lawang ini Tetap Ikuti UN

Meski menderita tumor ganas, M Roman Ranggo (17), Siswa SMAN 1 Tebing Tinggi tetap mengikuti UN. Fhoto Ridi
Meski menderita tumor ganas, M Roman Ranggo (17), Siswa SMAN 1 Tebing Tinggi tetap mengikuti UN. Fhoto Ridi

EMPAT LAWANG I Kendati tumor ganas bersarang diwajahnya, namun tak menyurutkan tekad dan semangat bagi  M Roman Ranggo (17), salah satu siswa SMAN 1 Tebing Tinggi, untuk mengikuti  Ujian Nasional (UN) yang digelar secara serentak di Indonesia, Senin (4/4/2016).

Ringgo, begitu Ia disapa sehari-hari, wajahnya tak seperti wajah orang pada umumnya. Wajah bagian kirinya membengkak seukuran kepalan tangan orang dewasa. Berikut hidung dan mata dibagian kiri Ringgo, nampak tidak normal. Ringgo mengalami tumor ganas, sejak Ia naik ke kelas XI.

Kendati tumor ganas yang saat ini dideritanya, Ringgo yang merupakan putra pertama dari dua bersaudara pasangan Tatang dan Haria ini, tetap melaksanakan UN di rumahnya yang berada di RT 1 RW 1, Kelurahan  Kelumpang Jaya, Kecamatan Tebing TInggi, Kabupaten Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan.

Nampak saat itu dua pengawas mendatangi rumah Ringgo, untuk melaksanakan UN. Ringgo yang saat itu mengenakan baju sekolah lengkap, duduk tenang diatas sopa. UN pun dimulai, dua pengawas secara bergantian membacakan soal UN. Suara Ringgo masih lantang meski nadanya terdengar samar, secara bertahap, Ringgo menjawab soal yang diajukan hingga akhir. “Dia (Ringgo-red) bagus menjawab soalnya,” ungkap salah satu pengawas.

Haria, ibu kandung Ringgo, ketika ditemui awak media, menceritakan mulanya anak kesayangan itu hanya mimisan (pendaharan dihidung) saja. “Dia aktif di sekolah, sering ikut kegiatan Drumband dan Pramuka. Mungkin cuaca panas, membuat hidungnya sering mimisan, ” ungkap Haria dengan mata berbinar.

Usut punya usut, ternyata ada tumor kecil didalam hidung Ringgo, hingga keluarga pun pertama kali membawa sang anak ke RSUD Tebing Tinggi. “Kata orang RSUD, anak kami terkena infeksi hidung, harus dirujuk ke RSUD Lahat. Kemudian, kami pun membawanya, kata orang RSUD Lahat, anak kami terkena penyakit polif,” bebernya seraya menyebut Ringgo sangat bersemangat ingin ikut ulangan, hanya untuk melihat ijazah sekolah.

Sampai-sampai, kata Haria, Ringgo dirujuk ke RS di Palembang. “Sudah dua kali Ringgo dioperasi yakni di RSUD AK-GANI dan RSMH di Palembang. Ringgo tak bisa melihat, hanya bisa mendengar saja,” ujarnya.

Singkat cerita, tumor pun kian mengganas, pihak Rumah Sakit di Palembang pun menyarankan pihak keluarga untuk berobat di Jakarta. “Kami ke Jakarta ke RS Cipto Mangunkusumo, namun pihak RS tidak mampu bahkan sudah memvonis anak kami bisa bertahan hanya dua bulan, mereka menyarankan untuk kami agar berobat ke Singapore,” katanya.

Disisi lain, Haria mengaku, selama perobatan, murni biaya sendiri, uang tersebut berasal dari tabungan, menjual aset, bahkan ngutang kesana-kesini “Sudah banyak keluar uang nak, mungkin ratusan juta. Tapi apalah daya, kami hanya rakyat biasa, kami tak mampu kalau ingin mengobati Ringgo ke luar negeri, kami tidak ada uang lagi, sekarang anak kami berobat menggunakan Herbal,” lirihnya.

Disinggung, apakah pihak pemerintah pernah datang atau pun memberikan bantuan?. Haria menyebut, hampir setengah tahun lebih Ringgo mengalami Tumor Ganas, sekali pun belum ada perhatian dari pihak pemerintah atau pun terkait. “Belum ada, tapi perangkat desa di sini, sudah tahu mengenai keadaan kami,” akunya.

Haria hanya bisa berharap, selaku rakyat yang tinggal di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati, hanya bisa berharap, kiranya pihak pemerintah atau pun terkait sedikit banyaknya bisa memberikan perhatian lebih. “Jujur, semua orang tua jelas ingin melakukan segalanya untuk anak, terlebih kami ini, anak kesayangan kami sedang diuji, sudah banyak yang kami lakukan, hingga kami secara finansial tak mampu lagi. Kiranya, pihak pemerintah minimal bisa kesini, datang melihat langsung keadaan anak kami, pun itu suatu kebahagiaan tersendiri bagi kami,” katanya seraya menyebut pihaknya mengucapkan terimakasih banyak kepada sekolah Ringgo yang memberikan perhatian lebih terhadap Ringgo selama sakit.

Terpisah, Kepsek SMAN 1 Tebing Tinggi, Ajrianto, menuturkan, Ringgo merupakan salah satu siswa yang sangat aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikurer. “Dia aktif, anaknya ramah dan sopan. Kami pihak sekolah hanya bisa berdoa agar anak kami cepat sembuh,” tandasnya.

Sementara,  Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Empat Lawang, Agusni Effendi, mengatakan, belum mengetahui jika ada siswa SMA Negeri 1 yang mengalami tumor ganas. Namun pelaksanaan UN berjalan tertib, lancar, aman dan terkendali sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

“Bagi siswa yang berhalangan ikut UN di dalam ruangan misalnya ada siswa yang sakit, siswa yang di penjara karena masalah hukum dan juga bagi siswa yang hamil diperbolehkan dalam mengikuti UN,” katanya. (Ridi)

Komentar

Berita Lainnya