oleh

Menang Lelang, Telkomsel Perkuat 4G dan Bangun 5G

JAKARTA – Telkomsel menyatakan bakal mengoptimalkan tambahan 20 MHz Frekuensi 2,3 GHz. Telkomsel diketahui mendapatkan alokasi Blok A dan C usai menjadi salah satu pemenang lelang Frekuensi Radio 2,3 GHz alias jaringan 5G untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler Tahun 2021 yang digelar oleh Kemkominfo.

“Langkah korporasi melalui investasi pita frekuensi ini dilakukan dengan telah mempertimbangkan berbagai aspek, seperti strategi pengembangan investasi dan bisnis yang matang, dengan dukungan finansial yang kuat, seiring dengan roadmap transformasi Telkomsel yang kini telah menjadi perusahaan telekomunikasi digital,” ujar Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro dalam keterangan tertulis, Kamis (20/5).

Telkomsel mendapatkan total 20 MHz alokasi pita frekuensi tambahan yaitu 10 MHz pada Blok A yang berada di rentang 2360 – 2370 MHz untuk wilayah layanan zona 1, 4, 5, 6, 9, 10 dan 12. Kemudian, 10 MHz pada Blok C di rentang 2380 – 2390 MHz untuk wilayah layanan zona 4,5,6, 9, 10, 12 dan 15.

Setyanto menuturkan tambahan spektrum akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas jaringan bergerak seluler, meningkatkan kualitas layanan jaringan bergerak seluler, mendorong akselerasi penggelaran infrastruktur jaringan bergerak seluler dengan teknologi generasi keempat (4G/LTE).

Jika memungkinkan, tambahan spektrum untuk mengimplementasikan teknologi generasi kelima (5G)di Indonesia.

Saat ini, Telkomsel diketahui telah menggelar lebih dari 231.000 BTS dengan ketersediaan lebih dari 78 persen berteknologi 3G dan 4G yang didukung komposisi alokasi lisensi frekuensi, seperti frekuensi 2,3 GHz dengan lebar pita 50 MHZ, frekuensi 2,1 GHz dengan lebar pita 15 MHz, frekuensi 1,8 GHz dengan lebar pita 22,5 MHz, dan frekuensi 800/900 MHz dengan lebar pita 15 MHz.

Untuk tahap awal, Telkomsel berencana melanjutkan pembangunan BTS 4G/LTE dengan memaksimalkan frekuensi 2,3 GHz yang tersedia, terutama di wilayah yang memiliki trafik penggunaan layanan broadband cukup tinggi.

Telkomsel berharap hal itu dapat memungkinkan masyarakat untuk menikmati kecepatan akses maksimal mobile broadband yang lebih tinggi dan lebih berkualitas, dengan kapasitas jaringan yang dapat memenuhi kebutuhan aktivitas digital masyarakat.

Tambahan spektrum frekuensi 2,3 GHz dengan total sebesar 20 MHz baru dapat mulai digunakan setelah dilakukan proses penataan ulang (refarming) dan keluarnya Izin Pita Frekuensi Radio (IPFR) dari Kemkominfo dalam waktu dekat.

Hal itu agar alokasi pita yang dimiliki menjadi saling berdampingan (contiguous) sehingga lebih efisien dan optimal dalam rangka mendukung penyelenggaraan jaringan konektivitas broadband.

Setyanto menyebut pihaknya memahami saat ini ketersediaan spektrum frekuensi di Indonesia masih sangat terbatas, sementara perbandingan antara pertumbuhan jumlah pengguna layanan broadband dengan alokasi spektrum frekuensi yang dimiliki Telkomsel harus terus sejalan perkembangannya.

“Dengan pertimbangan tersebut, dan untuk mengakomodasi pertumbuhan tersebut dengan perkembangan populasi dalam ekosistem gaya hidup digital yang terus tumbuh di Indonesia, nilai tambahan spektrum ini menjadi sangat tinggi dan signifikan dalam memperkuat tiga pilar digital Telkomsel untuk terus menjadi penyedia Digital Connectivity, Digital Platform, dan Digital Services terpercaya di Indonesia,” ujar Setyanto.(Cnn)

Komentar

Berita Lainnya