oleh

Memperingati HUT 43 Tahun, IKPM Sumsel Yogyakarta Gelar Dialog Publik

Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Sumatera Selatan (IKPM Sumsel) Yogyakarta gelar dialog publik dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-43 (22 Mei 1976 – 2019) tahun di Balai Sriwijaya, Yogyakarta. Rabu, (22/05/2019).

Abulaka Archaida pemateri dialog memaparkan, IKPM Sumsel terlahir sebagai organisasi daerah yang menjadi tempat bagi putra maupun putri daerah Sumatera Selatan untuk berkreasi, sebagai media pembelajaran maupun media pengembangan diri.

“Mari kita gunakan kegiatan milad kali ini untuk mengingatkan dan merefleksikan kembali hal-hal apa saja yang sudah dilakukan maupun yang belum dilakukan. Jadikan kegiatan ini sebagai penguatan kembali semangat kita dalam berorganisasi di IKPM ini, serta menjadikan kita sebagai pemuda-pemudi yang nantinya diharapkan mampu untuk memberikan kontribusi dalam melakukan pembangunan daerah,” jelasnya

Abulaka Archaida menambahkan, mengibaratkan IKPM Sumsel sebagai manusia jika umur 43 tahun sudah masuk usia dewasa. Usia dewasa seharusnya tidak lagi bicara lagi urusan internal, sudah waktunya berpikir apa yang bisa dilakukan untuk masyarakat Sumsel dalam bentuk kegiatan kongkret yang bisa memberikan banyak manfaat.

“Belum lagi kita mengoreksi kelengkapan organisasi yang sampai saat ini kita belum ada lagu Mars, Falsafah organisasi atau semacam manifesto keorganisasian yang mana semua pranata tersebut bisa membangkitkan semangat dan memahami semangat awal mengapa IKPM Sumsel didirikan. Banyak PR yang harus kita selesaikan, selain administrasi belum juga problem-problem yang terjadi di Sumsel, semua itu seharusnya juga kita respon menjadi isu bersama kemudian dicarikan solusi kongkritnya,” tambahnya

Dialog publik dengan tema “Optimalisasi Nilai-Nilai Kekeluargaan di Tanah Rantau” ini dihadiri semua perwakilan mahasiswa setiap kabupaten (komisariat) yang berada di bawah naungan IKPM Sumsel Yogyakarta. Termasuk Erwin Hadinata selaku Mantan ketua Komisariat OKU Induk 2012-2014, yang juga menjadi pembicara dialog.

Dalam materinya Erwin Hadinata menyampaikan, proses perjalanan yang dilalui memang tidak selalu berjalan sesuai skenario, namun dengan meminjam semangat Ki Hadjar Dewantara yakni “saling asah, saling asih, saling asuh”.

“Cinta adalah modal utama dalam segala hal, jika tidak ada cinta maka tidak ada pengorbanan. Oleh karena itu kasih sayang harus menjadi landasan utama dalam berorganisasi. Bicara organisasi berarti kita sedang berada dalam dimensi kekeluargaan yang di dalamnya ada nilai kasih sayang,” Katanya.

Sementara itu Ketua IKPM Sum-Sel Yogyakarta, Mario Mora menghimbau bahwa kegiatan ini adalah kegiatan bersama, memperkokoh dan memperkuat kembali nilai kekeluargaan dan perseduluran kawan-kawan Sumatera Selatan yang berada di Yogyakarta. Menguatkan kembali nilai-nilai kekeluargaan itu penting, apalagi di era globalisasi yang penuh akan kemajuan informasi dan lainnya.

“Namun perlu diingat bahwa pertemuan dan duduk bersama secara langsung akan memperkuat hubungan emosional kita semua dalam menjaga nilai kekeluargaan kita yang berada di tanah rantau. Sesungguhnya tujuan kita berorganisasi bukan hanya sebagai media belajar selain sekolah atau kampus, akan tetapi juga membuat suatu perencanaan yang besar bagi daerah maupun Negara,” tuturnya.(mita)

Komentar

Berita Lainnya