oleh

Korbankan Kualitas, Telkomsel Ogah Berbagi Jaringan

Petugas memeriksa jaringan base transceiver station (BTS) milik Telkomsel di BTS Bangkalan, Madura, Jawa Timur, 5 Mei 2015. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Petugas memeriksa jaringan base transceiver station (BTS) milik Telkomsel di BTS Bangkalan, Madura, Jawa Timur, 5 Mei 2015. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

JAKARTA I Perusahaan telekomunikasi Telkomsel punya sikap yang berbeda terkait konsep berbagi jaringan yang sedang didorong oleh perusahaan seluler lain demi melakukan efisiensi finansial.

Menurut Telkomsel, konsep berbagi jaringan aktif hanya bisa dilakukan jika sumber daya frekuensinya belum terpakai penuh. Tetapi sekarang, sumber daya frekuensi Telkomsel sudah terpakai semua atau occupancy-nya penuh.

“Kalau tingkat occupancy kita rendah, network sharing tidak apa-apa,” kata Sukardi Silalahi, Direktur Jaringan Telkomsel di Jakarta, Selasa (15/3).

Sukardi pun melihat berbagi jaringan tidak memberi efisiensi karena perusahaan melihat ada pertumbuhan luar biasa jika Telkomsel memperluas infrastruktur telekomunikasi secara mandiri.

Dari pelanggan data contohnya, terus tumbuh pengguna dan trafiknya berkat konsumsi video yang makin panjang dan makin sering.

Dua kompetitor kuat Telkomsel, yaitu XL Axiata dan Indosat, melakukan aksi berbagi jaringan di empat kota pada Januari 2016 dengan metode multi operator radio access network (MORAN). Perusahaan Smartfren juga menilai berbagi jaringan bisa memberi efisiensi.

XL Axiata menilai dengan berbagi jaringan MORAN bisa memberi efisiensi 20 sampai 30 persen bagi perusahaan. XL juga mendorong agar pemerintah mengeluarkan regulasi berbagi jaringan aktif sehingga bisa melakukan metode multi operator core network (MOCN). di mana pemanfaatan infrastruktur bersama bisa dilakukan pada komponen elektronik seperti radio akses.

Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini berkata, data industruk meunjukkan berbagi jaringan MOCN bisa memberi efisiensi sekitar 40 sampai 50 persen.

Namun, Telkomsel menilai bahwa berbagi jaringan aktif bisa mengorbankan pengalaman pengguna, terutama pada layanan data, yang mengalami pertumbuhan lebih dari dua kali lipat.

Pertumbuhan data payload Telkomsel pada 2015 tumbuh menjadi 480.7 petabyte dari 229.4 petabyte pada 2014.

“Orang semakin banyak akses streaming video. Kalau kita share (network) maka kita mengorbankan customer experience,” tutur Sukardi.

Ke depan, Sukardi menegaskan Telkomsel bakal membangun jaringan secara mandiri dan mengutamakan pengalaman pengguna.

Pada 2015, Telkomsel mengelola sekitar 55 ribu BTS 2G, 55 ribu BTS 3G, dan 4.500 BTS 4G. Di tahun 2016, Telkomsel menargetkan bisa membangun 13.000 BTS di seluruh Indonesia. (CNN)

Komentar

Berita Lainnya