pemkab muba pemkab muba
Bangka Belitung

Komisi II DPRD Belitung Desak Harga TBS Diseragamkan

107
×

Komisi II DPRD Belitung Desak Harga TBS Diseragamkan

Sebarkan artikel ini
Rendahnya penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) oleh pabrik pengolahan Sawit di Belitung terhadap petani non mitra, mulai menjadi atensi wakil rakyat di DPRD Belitung.
pemkab muba pemkab muba

Beritamusi.co.id – Rendahnya penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) oleh pabrik pengolahan Sawit di Belitung terhadap petani non mitra, mulai menjadi atensi wakil rakyat di DPRD Belitung.

Merespon keluhan para petani Sawit non mitra pabrik, Komisi II DPRD Belitung melakukan rakor saat kunjungan kerja ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bangka Belitung.

Seperti disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Belitung, Silvana kepada wartawan usai kunjungan kerja ke Pemprov Babel Jumat (14/10/22) sore, Silvana menganggap penyeragaman harga menjadi urgensi kerena dinilai merugikan petani khususnya di pulau Belitung.

“Kami datang ke sini, karena kami ingin menyelaraskan harga kelapa sawit supaya harga disetiap kabupaten di Provinsi Babel harganya sama. Ini Penting, karena saat ini, ada kesenjangan penetapan harga antara di Pulau Bangka dengan Pulau Belitung. Dimana harga di Pulau Bangka lebih tinggi dibandingkan di Pulau Belitung. Ini menjadi atensi yang penting bagi kami, karena menyangkut kesejahteraan rakyat khususnya petani. Intinya penetapan harga di Belitung itu merugikan petani. Oleh karena itu ini kita dorong supaya diseragamkan,” ujar Silvana didampingi para anggota Komisi II DPRD Kabupaten Belitung.

Sementara, itu Ahmad Yani Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Babel mengatakan, bahwa Pemprov Babel menyambut baik masukan yang disampaikan oleh Komisi II DPRD Kab. Belitung terkait masalah harga TBS kelapa sawit tersebut.

Ahmad Yani mengungkapkan bahwa ada banyak penyebab terjadinya disparitas harga TBS di Belitung jika dibandingkan dengan harga TBS di Bangka. Ia menyebutkan, terbatasnya jumlah pabrik kepala Sawit di Belitung menjadi salah satu pemicu disparitas hargharg

“Kita berharap kepada Pemkab Belitung untuk menyampaikan data-data harga sawit secara lengkap kepada Pemprov Babel untuk menjadi pertimbangan selanjutnya. Kita sebagai pemerintah mendengar dan menerima masukan dari Komisi II DPRD Kabupaten Belitung ini terkait harga TBS yang berbeda,” ungkap Ahmad Yani.

Ia menyarankan kepada petani Sawit supaya membentuk sebuah lembaga atau membentuk korporasi yang selanjutnya bermitra dengan perusahan sawit yang ada di Belitung maupun yang ada di Pulau Bangka.

“Untuk itu diharapkan kedepan ada penambahan pabrik pengolahan Sawit di Belitung. Pemprov Babel dan kabupaten dipastikan dapat memberikan kemudahan-kemudahan untuk para pengusaha yang ingin berinvestasi dibidang tersebut,” pungkasnya.(Nanda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *