oleh

Kerjasama dengan BNI, Pemuda Tani HKTI Juga Beri Bantuan Modal ke Petani

SARIAGRI – Permodalan sering menjadi masalah umum petani. Terlebih jika petani mengalami gagal panen karena kendala alam atau serangan hama dan penyakit. Belum lagi jika harga produk sedang anjlok. Hal ini membuat banyak petani tidak memiliki modal untuk melanjutkan usaha taninya.

Menyikapi itu, Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bangka Belitung bekerjasama dengan BNI guna mengatasi permodalan. Umumnya, bagi petani yang ingin menanam kacang tanah.

Ketua Pemuda Tani HKTI Babel Redy menjelaskan, ada 2 sistem permodalan dalam program penananam kacang tanah ini.

“Ada 2 sistem permodalan dalam program ini, yang pertama permodalan mandiri, ini menggunakan sumber daya modal petani. Yang kedua sistem permodalan perbankan melalui BNI,” ujarnya.

Lebih lanjut, melalui perbankan petani akan diberi modal melalui program KUR BNI. Dengan besaran Rp.15 juta tanpa agunan. Dimana pengembalian pinjamannya dibayar setelah panen oleh petani.

Dalam mempermudah petani di seluruh pelosok desa, Pemuda Tani HKTI Babel akan membantu proses administrasi peminjaman KUR BNI. Menurut Redy, peminjaman KUR BNI ini berlaku bagi petani yang memiliki lahan seluas 1 hektar serta keseriusan bagi petani untuk mengikuti program tanam kacang.

“Jenis kacang tanah tanah yang ditanam adalah jenis hipoma dan Tuban,” ucapnya.

Menurut Redy, kedua jenis ini merupakan unggul nasional karena tahan terhadap penyakit dan perubahan cuaca. Jenis Hipoma dan Tuban ini mampu berbuah lebat dari 50 sampai 60 polong dalam satu rumpun. Tak hanya itu, ia mengatakan kedua jenis bibit unggul ini pun dikategorikan sangat mudah dalam perawatannya.

“Potensi hasil dalam 1 hektarnya antara 3 sampai 3,7 ton kering. Dengan syarat mengikuti prosedur penanaman yang sudah ditentukan standarisasinya, “ucap Redy.

Program tanam kacang ini tidak mensyaratkan berapapun luasan lahan yang dimiliki petani yang ingin bercocok tanam kacang tanah.

“Kita buat sistem dalam program tanam kacang ini semudah mungkin, sehingga tidak menyulitkan petani kita.
Periode panen kacang tanah ini selama 3 bulan. Analisa usaha dalam program tanam kacang ini cukup menggiurkan dengan tingkat resiko yang rendah,” Kata Redy.

Ia berharap dalam menunjang efektifitas dan produktifitas petani, pemerintah daerah dapat membantu dan memberikan kemudahan bagi petani dalam penggunaan alat – alat pertanian yang ada di dinas pertanian kabupaten / kota. (Doni)

Komentar

Berita Lainnya