oleh

Kementrian ESDM Kaji Biogas PT BAA untuk Sumber Ketahanan Energi

SARIAGRI – Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengkaji lebih lanjut biogas PT Bangka Asindo Agri (BAA) yang berada di Kelurahan Kenanga, Kabupaten Bangka untuk dapat dimanfaatkan menjadi bio Compressed Natural Gas (CNG) sebagai ketahanan energi nasional.

Akan hal tersebut, Tim Direktorat bio energi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Konsultan GGGI, PT PLN, PT Timah Tbk mengunjungi PT Bangka Asindo Agri (BAA)

Direktorat Bio Energi dan Dirjen EBTKE Kementrian ESDM, Efendi Manurung menyampaikan potensi dan produksi bio gas yang dihasilkan PT BAA sudah dapat dilakukan proses lebih lanjut ke bio CNG. Pasalnya, PT BAA sendiri sudah mampu menghasilkan gas engine sebesar 1 Mega Watt.

“Dari hasil gas tersebut, masih ada sisa pengunaan pembakaran gas secara langsung. Dan gas yang aksesnya itu masih clear memungkinkan untuk dimanfaatkan,baik melewati pemakaian listrik maupun dimanfaatkan menjadi bio Compressed Natural Gas (CNG). Dimana bio CNG dapat di aplikasikan sebagai pengganti LPG, feeding ke jaringan gas dan transportasi,” katanya.

Menurutnya, jika sisa pembakaran bio gas tersebut masih bisa dimanfaatkan, maka kita pun memperkenalkan bio energi CNG kepada calon penguna, seperti PT PLN, PT Timah. Nah sebelum itu, kita akan membantu bio gas PT BAA dengan menyusun kajian tekniknya hingga sampai ke teknik perekonomiannya.

“Karena Pemerintah Kabupaten Bangka bersemangat untuk mendorong perkembangan pembangkit listrik binaannya yakni PT BAA. Kalau sisa pembakaran bio gas dapat dimanfaatkan, tentunya akan berdampak pada pemasok bahan baku, terutama ubi/singkong,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya tentu turut mendorong pemanfaatan bio gas ini, karena pemanfaatan energi bersih. Disamping pengurangan energi kosil juga, dapat mengurangi emisi gas rumah kaca. Nah dengan adanya pemanfaatan ini tentunya ada dukungan dari energi terbarukan dan capaian target ditahun 2025 nanti.

“Sehingga bio gas tapioka PT BAA ini dapat di duplikasi didaerah lainnya. Dan bio gas PT BAA ini nantinya akan dilakukan kajian hingga menjadi bio CNG. Setelah melalui proses,barulah di kompres kan lagi gas nya. Jadi bio gas nya masih dicoba dan dikaji terlebih dahulu,” ujarnya.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Kabupaten Bangka, Rudiansyah turut mendukung prospek PT BAA dalam rangka mensukseskan pemerintah berkaitan ketahanan pangan maupun ketahan energi. Ia berharap klaborasi Pemerintah Daerah, Swasta,Kementrian ESDM dan pihak BUMN ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

“Karena sumber daya alam yang ada haruslah dimanfaatkan, mulai dari limbah dan sebagainya untuk kepentingan masyarakat. Dan Pemda Bangka akan terus mensuport sehingga terwujud keterpaduan ketahanan energi dan pangan untuk menumbuhkan perekonomian yang baru bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, pihak PT BAA, Harry Pujiansyah mengatakan PT BAA berpotensi dan berpeluang untuk bio CNG.Dimana PT BAA salah satu perusahaan tapioka yang memiliki bio gas dan listriknya dimanfaatkan sendiri dan masih memiliki sisa yang cukup banyak. Saat ini kita dalam penjajakan dari Kementrian ESDM yang difasilitasi Pemda Bangka dan konsultan GGGI untuk pengkajian bio gas menjadi bio CNG.

“Kalau pengajian dari tim ESDM tersebut berhasil, tentunya bio gas ini dapat menjadi percontohan atau rul model nantinya. Intinya kita ingin mengoptimalkan energi yang dimiliki, sehingga memenuhi target Negara untuk kemandirian energi. Semoga study ini bisa lancar dan dapat memenuhi ekspetasi semua pihak dan menjadi percontohan khususnya di Kabupaten Bangka,” ujarnya. (Doni)

Komentar

Berita Lainnya