Yogyakarta – Asrama Randik milik Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) mendapat kunjungan dari jajaran Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta, pada Senin (5/10/2026) pukul 08.30 WIB. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan sambang asrama yang berada di wilayah Kemantren Gondokusuman.
Kunjungan dilakukan setelah pihak Kemantren Gondokusuman mengirimkan surat resmi pada Jumat (2/10/2026) sebagai pemberitahuan sekaligus bagian dari koordinasi dalam rangka menjalin silaturahmi dengan sejumlah asrama yang berada di wilayah tersebut.
Rombongan Kemantren Gondokusuman disambut langsung oleh pengelola Asrama Randik, Muhamad Nurhidayat, S.Sos., M.A., bersama sejumlah perwakilan pengurus asrama di ruang tamu Asrama Randik.
Kegiatan diawali dengan sambutan Samingan, selaku Kepala Seksi yang membidangi ketenteraman. Selanjutnya, Tutut, yang hadir mewakili Camat Gondokusuman, menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan.
Dalam sambutannya, Tutut menyampaikan apresiasi karena pihak Asrama Randik telah menerima kunjungan dengan baik. Ia juga memberikan perhatian positif terhadap kondisi lingkungan asrama.
“Asrama Randik merupakan salah satu asrama yang bersih di wilayah Gondokusuman,” ujar Tutut.
Menurutnya, kebersihan dan ketertiban asrama perlu terus dipertahankan sebagai bagian dari terciptanya lingkungan hunian mahasiswa yang nyaman dan kondusif.
Ia juga mendorong mahasiswa penghuni Asrama Randik untuk turut berkontribusi dalam berbagai kegiatan positif di lingkungan masyarakat. Pemerintah setempat, kata dia, terbuka untuk menerima komunikasi dari pihak asrama apabila hendak menyelenggarakan kegiatan kemasyarakatan.
Pihak Kemantren Gondokusuman juga menyambut baik apabila Asrama Randik ingin memanfaatkan pendopo Kemantren untuk kegiatan tertentu yang bersifat positif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Mahasiswa Diingatkan Menjauhi Narkoba dan Judi Online
Pesan serupa disampaikan Parjo, selaku Babin di wilayah tersebut. Ia mengingatkan mahasiswa agar menjaga diri dan tidak terjerumus dalam berbagai aktivitas yang dapat merusak masa depan, khususnya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang.
Selain itu, mahasiswa juga diingatkan untuk menghindari praktik judi online yang dapat menimbulkan berbagai persoalan sosial, ekonomi, maupun pribadi.
Menurutnya, mahasiswa sebagai generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan agar tetap aman, tertib, dan produktif.
Dorong Mahasiswa Berbaur dengan Masyarakat Yogyakarta
Sementara itu, Syarif Hidayat, selaku Ketua Forum Pembauran Kebangsaan, mengajak seluruh penghuni Asrama Randik untuk semakin aktif berbaur dengan masyarakat sekitar.
Menurut Syarif, keberadaan mahasiswa di Yogyakarta tidak hanya menjadi kesempatan untuk menempuh pendidikan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenal kehidupan sosial dan budaya masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ia memberikan sejumlah contoh kegiatan yang dapat diikuti mahasiswa, seperti kerja bakti, jalan sehat, forum diskusi, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.
Keterlibatan tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan antara mahasiswa Asrama Randik dengan masyarakat sekitar sekaligus menciptakan komunikasi yang harmonis.
Asrama Randik Sambut Baik Perhatian Pemerintah Setempat
Perwakilan pengurus Asrama Randik, Natasya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran pemerintah setempat yang telah meluangkan waktu untuk berkunjung.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi sinyal positif bagi terciptanya hubungan yang semakin baik antara Asrama Randik dengan pemerintah dan masyarakat sekitar.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah setempat yang sudah berkunjung ke asrama kami. Kunjungan ini memberikan sinyal positif untuk kebaikan bersama,” ujar Natasya.
Pengelolaan Asrama Memiliki Acuan yang Jelas
Pengelola Asrama Randik, Muhamad Nurhidayat, S.Sos., M.A., menyampaikan bahwa pengelolaan Asrama Randik pada dasarnya telah memiliki acuan dan landasan yang jelas melalui Peraturan Bupati Musi Banyuasin Nomor 29 Tahun 2020.
Menurut Muhamad Nurhidayat, adanya regulasi tersebut menjadi pedoman dalam pengelolaan asrama sehingga berbagai hal terkait tata kelola, ketertiban, pembinaan, dan keberadaan mahasiswa dapat diarahkan secara lebih terstruktur.
“Untuk pengelolaan asrama ini sebenarnya sudah ada acuannya berdasarkan Perbup Muba Nomor 29 Tahun 2020, jadi sudah terarah, Pak,” ujar Muhamad Nurhidayat.
Ia menambahkan, keberadaan regulasi tersebut menjadi salah satu dasar bagi pengelola untuk terus melakukan pembenahan dan memastikan Asrama Randik berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Komitmen Menjadikan Asrama Randik Lebih Baik
Muhamad Nurhidayat juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada jajaran Kemantren Gondokusuman serta unsur TNI dan Polri yang turut hadir.
Ia mengapresiasi langkah pemerintah setempat yang melakukan kunjungan langsung atau jemput bola untuk memastikan kondisi asrama tetap teratur, tertib, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada jajaran pemerintah Kemantren Gondokusuman dan unsur TNI-Polri yang telah menyempatkan hadir untuk bersilaturahmi. Kami siap berkontribusi dalam berbagai kegiatan yang bersifat positif,” kata Muhamad Nurhidayat.
Menurutnya, adanya pedoman pengelolaan dari Pemkab Muba ditambah dengan komunikasi yang baik bersama pemerintah setempat akan menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas Asrama Randik.
Asrama tidak hanya diharapkan menjadi tempat tinggal mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter, kebersamaan, kedisiplinan, serta pengembangan kepedulian sosial mahasiswa selama berada di Yogyakarta.
Kunjungan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal dari komunikasi dan kolaborasi yang berkelanjutan antara Asrama Randik, Kemantren Gondokusuman, serta masyarakat sekitar.
Dengan menjaga kebersihan dan ketertiban, berpedoman pada aturan yang ada, serta aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, Asrama Randik diharapkan dapat terus berkembang menjadi rumah bersama yang nyaman bagi mahasiswa sekaligus menjadi contoh positif bagi asrama mahasiswa lainnya di Yogyakarta.
Kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah dan penyerahan cenderamata dari pihak Kemantren Gondokusuman kepada Asrama Randik sebagai simbol silaturahmi dan hubungan baik yang telah terjalin.













