oleh

Karantina Pertanian Pangkalpinang Lakukan Pendampingan Terhadap Eksportir Baru Tepung Tapioka

SARIAGRI – Karantina Pertanian Pangkalpinang mengunjungi pabrik tapioka PT Bangka Asindo Agri (BAA) yang ada di Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Kunjungan dalam rangka mendukung Program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian (Gratieks). Dimana, Karantina Pertanian Pangkalpinang berupaya mendampingi dan mendorong pelaku usaha komoditas pertanian agar bisa turut menyukseskan program tersebut.

Sub Koordinator Karantina Tumbuhan Mohammad Hazairin didampingi Koordinator Fungsional Karantina Tumbuhan Sabar Marpaung, sebelum PT BAA pihaknya juga sudah melakukan kunjungan ke pabrik pengolahan tapioka lainnya.

“Sama seperti kunjungan lainnya, kunjungan kali ini adalah sebagai bentuk pendampingan kepada pelaku usaha, agar bisa mendukung peningkatan ekspor komoditas pertanian.” kata Hazairin.

Disampaikannya, pelaku usaha perlu didorong agar komoditas pertanian dari sini (Pulau Bangka) dapat meningkat serta bisa diekspor dari Bangka secara langsung.

“Pemprov Babel mendukung Gratieks Karantina Pertanian Pangkalpinang. Bahkan Pemprov menegaskan agar komoditas pertanian asal Babel diharapkan dapat diekspor langsung dari Babel, baik melalui jalur laut maupun udara. Terkait sarana, prasarana dan kebijakan, pemerintah daerah siap mendukung percepatan ekspor komoditas pertanian dari Babel,” ucapnya.

Hal yang sama kata Hazairin, Bea Cukai Pangkalpinang siap mendukung program Kementrian Pertanian, Gratieks dengan cara memfasilitasi kepabeanan agar dapat berjalan lancar.

“Harapannya, selain dari menambah keragaman komoditas pertanian untuk ekspor, program ini juga bisa meningkatkan kesejahteraan petani ubi kayu di Pulau Bangka,” tutup Hazairin.

Perwakilan manajemen PT BAA, Beperli menyambut baik kunjungan serta pendampingan dari Karantina Pertanian Pangkalpinang. Pihaknya siap mendukung program Kementrian Pertanian, Gratieks.

“Kami mengucapkan terimakasih serta mengapresiasi kepada Karantina Pertanian, yang telah melakukan pendampingan kepada kami sebagai pelaku usaha, agar senantiasa semangat dalam mengekspor komoditas pertanian dari Pulau Bangka,” Kata Beperli.

Sebagai penutup, Beperli berharap kunjungan dan pendampingan ini bisa menjadi bagian dari suksesnya ekspor tepung tapioka Pulau Bangka ke negara tujuan ekspor.

Pemilik pabrik tepung tapioka dan sagu atau Owner PT Bangka Asindo Agri (BAA), Fidriyanto sebelumnya mengakui PT BAA juga sudah mengekspor tepung sagu dan tapioka ke negara China dan Jepang secara rutin setiap bulan.

“Meskipun belum banyak 1-2 kontainer tiap bulan kita sudah kirimke China dan Jepang dengan harga kompetitif dan mampu bersaing dengan produk tepung lainnya, sudah cukup menjanjikan untuk harga sagu saat ini untuk penjualan sistem bulki sekitar Rp 6.500 per kg,” ungkap Abo. (Doni)

Komentar

Berita Lainnya