oleh

Kalah Dengan Ojek, Retibusi Izin Trayek Tak Capai Target

Kadishub OKUBATURAJA I Kepala Dinas Perhubungan Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan Firmansyah mengklaim, target distribusi yang dipasang untuk instansi yang ia pimpin melebihi dari yang ditargetkan pada tahun lalu terhitung hingga November 2015.

“Target retribusi tahun 2015 kemarin sudah capai target sejak bulan November 2015,” kata Firmansyah kadishub OKU, seraya menyatakan raihan target retribusi tersebut bahkan ada yang over target.

Dikatakannya, sejumlah retibusi yang menjadi titik keberhasilan yang diperoleh oleh pihaknya itu meliputi retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB), rtribusi terminal, parkir tepi jalan dan pajak trayek kendaraan angkutan umum.

“Dari Empat sektor retribusi yang ada, dua diantaranya yakni tidak capai target, namun sudah mendekati angka yang di targetkan. Yaitu retribusi parkir tepi jalan dan trayek kendaraan angkutan umum,” katanya.

Untuk sektor terminal hasil retribusi yang berhasil terkumpul terhitung sejak Januari hingga November 2015 yakni sebesar Rp146.750.000 melebihi target PAD yang dipasang sebeesar Rp137.870.000 atau mencapai 106 persen.

Sektor PKB retribusi yang tercatat di Dishub OKU yakni sebesar Rp230.460.000. pada sector ini raihan retribusi mencapai angka 100,5 persen dari target ang dicanangkan. Dengan deminian, sebanyak Rp241.751.621 hasil retribusi telah dicapai.

Kemudian, sektor lahan parkir wilayah OKU sepanjang tahun lalu retribusi berhasil dikumpulkan hanya kisaran Rp100.246.000 mendekati angka yang ditargetkan yakni sebesar Rp102.750.000

“Dari target meleset sekitar 2 prsen lebih dari target yang dipasang. Kita hanya bisa tenbus hanya sekitar 97,56 persen,” tambahnya.

Untuk sektor trayek kendaraan angkutan, lanjut firmansyah, dari jumlah yang ditargetkan tahun lalu sebesar Rp2.798.500 hanya terkumpul Rp1.512.000 saja, atau hanya mencapai angka 54,03 persen dari target yang dipasang.

“Agak sulit untuk mengejar target retribusi trayek ini, karna, keberadaan angkot kalah dengan angkutan jenis ojek dan becak motor,” Pungkasnya (Deni A. Saputra )

Komentar

Berita Lainnya