Lahat | Jembatan Ayik Mulak Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Lahat yang sebelumnya ambruk akibat banjir Bandang yang terjadi Desember 2019 lalu, kini sudah bisa dilintasi kembali baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Hanya saja, untuk kendaraan maksimal bertonase lima ton.
Pasalnya, jembatan yang baru selesai dibangun merupakan jembatan darurat atau sementara. Tak hanya soal itu, akses jalan menuju jembatan masih tanah.
Kepala PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan, H Darma Budhy, SH. ST. MT mengungkapkan, pembangunan jembatan sementara tersebut agar lalulintas warga khususnya di Kecamatan Mulak Ulu, bisa kembali normal.
Tak hanya itu, jembatan tersebut bisa menjadi alternatif sementara sebelum jembatan Ayik Mulak dibangun secara permanen.
Dikatakan Budhy, jembatan tersebut aman untuk dilintasi hanya saja diminta Budhy, beban kendaraan yang melintas maksimal lima ton. Menurutnya, bukan soal jembatan tapi akses jalan menuju jembatan yang tak layak dilintasi kendaraan bertonase berat.
“Ya sesuai dengan janji Gubernur Sumsel untuk secepat mungkin bisa memberikan akses bagi warga mulak. Alhamdulillah dalam waktu dua bulan ini kita rampungkan jembatan sementara namun aman untuk dilintasi, “ujarnya, usai meresmikan jembatan sementara jembatan Ayik Mulak, Kamis (5/3).
Ditanya soal jembatan permanen, Budhy, mengatakan Pemprov Sumsel sendiri sudah menganggarkan Rp19 Miliar untuk pembangunannya.
Menurutnya, jembatan permanen tersebut akan mulai dikerjakan Mei 2020 mendatang dan ditargetkan Desember 2020 sudah selesai dan bisa kembali dilintasi.
Ditempat yang sama, Wakil Bupati Lahat, Haryanto, SE MM MBA, mengungkapkan apresiasinya kepada Pemprov Sumsel lantaran kini warga beberapa desa di Mulak Ulu tidak terisolir lagi lantaran sudah dibangun jembatan sementara dan akan menyusul jembatan permanen.
Haryanto sendiri meminta kepada Camat, para Kepala Desa dan khususnya warga untuk menjaga jembatan tersebut dan melakukan pengawasan agar kendaraan diatas lima ton tidak melintasi jembatan.
“Harus dijaga apalagi akses jembatan masih punya keterbatasan terhadap beban. Jadi kalau ada kendaraan diatas lima ton jangan disuruh melintas dahulu. Ini untuk kepentingan warga itu sendiri sehingga tidak terhambat,”pinta Haryanto, didampingi Kepala PU BM Pemkab Lahat, Mirza Azhary.
Dalam kesempatan tersebut, Haryanto juga mengapresiasi dukungan warga khususnya almarhum Rusli yang bersedia meminjamkan tanah untuk menjadi akses jalan. (Sfr)













