Palembang – Wali Kota Palembang H Ratu Dewa menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus memperkuat upaya pengendalian inflasi dan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata berbasis data.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Palembang Drs. Ratu Dewa, M.Si. dalam kegiatan rilis resmi perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) September 2026 dan Berita Resmi Statistik Pariwisata Kota Palembang.
Ratu Dewa menyampaikan bahwa transparansi dan penyampaian data secara berkala menjadi bagian penting dalam pengambilan kebijakan, khususnya untuk mengantisipasi perkembangan harga sejumlah komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi.
“Berdasarkan catatan perkembangan inflasi Kota Palembang, tingkat inflasi pada September 2026 tercatat sebesar 2,40 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan Agustus 2026 yang berada pada level 2,48 persen. Kondisi tersebut masih berada dalam sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen dengan toleransi plus-minus 1 persen. Sejumlah faktor turut memengaruhi perkembangan harga pada September 2026,” kata Dewa, Kamis (1/10/2026).
Sambung Dewa, dampak lanjutan fenomena El Nino dan kondisi cuaca panas serta kemarau panjang berpengaruh terhadap ketersediaan sejumlah komoditas pangan, termasuk cabai.
Kondisi cuaca tersebut menyebabkan bunga cabai rontok dan gagal panen di sejumlah daerah sehingga pasokan menjadi lebih terbatas dan berdampak terhadap kenaikan harga.
Selain komoditas pangan, perubahan harga sejumlah bahan bakar minyak nonsubsidi juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.
Harga Pertamax Turbo mengalami kenaikan dari Rp18.700 menjadi Rp20.000 per liter, Dexlite dari Rp20.150 menjadi Rp24.200 per liter, serta Pertamina Dex dari Rp21.650 menjadi Rp25.750 per liter.
Ketersediaan beras premium kemasan lima kilogram juga menjadi perhatian dalam menjaga stabilitas harga pangan di Kota Palembang.
“Dalam pengendalian inflasi, Pemkot Palembang bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menerapkan strategi 4K yang mencakup ketersediaan, keterjangkauan atau kestabilan harga, kelancaran distribusi, serta komunikasi efektif,” ujarnya.













