oleh

Forum Mahasiswa Basel Gelar Temu Akbar, Ini Tujuannya

TOBOALI – Forum Mahasiswa Kabupaten Bangka Selatan menggelar Temu Akbar Jilid 2 dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda dengan mengangkat tema “Pemuda dan Tantangan serta Pemuda sebagai Masa Depan dan Harapan Bangka Selatan”, Kamis (29/10) siang di Kafe Kustik Toboali.

Acara yang dihadiri sekitar 30 mahasiswa dari berbagai kampus terpadu maupun dari universitas terbuka yang ada di dalam dan luar Provinsi Bangka Belitung digelar untuk mengajak para mahasiswa serta pemuda-pemudi untuk terus membudayakan forum diskusi agar lebih dihidupkan kembali.

Pemateri Forum Mahasiswa Bangka Selatan Sahirin mengatakan pada tanggal 28 Oktober 1928 adalah hari dimana momen penyatuan pemuda Indonesia. Dari syair persia bahwa pemuda itu berdiri sendiri dan pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan.

“Hakikat mahasiswa, mahasiswa harus rasiona, pintar dalam memanagement diri sendiri, tanggung jawab, memiliki eksistensi, komitmen, konsistensi serta kejujuran. Hal utama yang harus dimiliki seorang mahasiswa yaitu mampu mengasah soft skill,” kata Sahirin.

Dengan demikian, mahasiswa bisa dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang baik. Demokratisasi merupakan alat perjuangan dalam mewujudkan harapan-harapan yang dicitakan untuk mencapai kemakmuran. Harapan berarti kualitas (soft skill).

“Membicaran kualitas bearti berbicara tentang kualitas SDM yang ada didalamnya SDM merupakan fakta dinamika yang memelukan suatu pengolahan yang tepat. Fakta di lapangan menunjukan SDM belum teroptimalkan dengan baik,” lanjut Sahirin yang juga menjabat Ketua Bawaslu Basel.

Sementara, Demisioner Ketua HIMAPKANI Jawa Tengah dan Yogyakarta Falih Nasrullah 2017-2019 bilang kurang optimal SDM di daerah ini dikarenakan kurangnya dorongan dari pemerintah, tidak adanya wadah untuk masyarakat dalam menyampaikan aspirasinya.

“Upaya untuk meningkatkan kualitas SDM yang ada di Basel ini ialah untuk pemerintahnya bisa dilakukannya kegiatan program pengembangan keterampilan dan keahlian sesuai dengan bidang yang ditekuni secara berkelanjutan dengan terus dibimbing,” katanya.

Selain dibimbing, SDM di Basel hendaknya juga diberi support dengan bantuan modal. Namun demikian, Falih mengingatkan para pemuda/pemudinya harus lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan potensi yang dimilki dan potensi yang ada di Basel ini.

Ketua Umum PMBS Bandung Anas Barokah menambahkan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda hendaknya dijadikan sebagai tonggak estapet bagi pemuda dan pemudi di Basel untuk terus berkarya dan juga membangun daerah yang lebih maju.

“Pada momentum peringatan hari sumpah pemuda tahun ini, saya harap mahasiswa yang ada di Basel ini lebih peka terhadap masalah-masalah daerah dan mengajak seluruh mahasiswa berdiskusi melalui forum diskusi yang sudah disediakan,” kata Pemantik Forum Mahasiswa Basel ini.(Devi)

Komentar

Berita Lainnya