oleh

Dua Ribu Butir Ineks Asal Palembang Digagalkan Masuk dari Pelabuhan Tanjung Kalian

PANGKALPINANG | Sebanyak 2.000 butir pil ekstasi asal Palembang, Sumatera Selatan berhasil diamankan oleh Tim Gabungan BNN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama TNI AL, KSOP, dan Bea Cukai di Pelabuhan Tanjung Kalian, Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (22/8) lalu.

Kepala BNNP Babel, Brigjen Pol Suparwoto mengatakan, barang haram tersebut berhasil diamankan dari tangan seorang tersangka inisial T (29) asal Ogan Ilir, Sumatera Selatan yang bertugas sebagai kurir.

“Kita secara terpadu melakukan penangkapan terhadap seorang tersangka, kita mendapatkan 1.500 butir pil ekstasi dan dalam keadaan rusak atau hancur itu sekitar 500 butir,” kata Suparwoto saat jumpa pers di gedung BNNP Babel, Senin (24/8/2020).

Dia mengungkapkan, aksi penangkapan bermula dari informasi yang diterima dari masyarakat bahwa akan ada pengiriman narkotika jenis ekstasi dari Bangka ke Palembang melalui jalur laut menggunakan kapal penyeberangan jenis Roro di Pelabuhan Tanjung Kalian, Muntok. Bangka Barat  pada 22 Agustus 2020 sekira pukul 11.30 WIB.

Menindaklanjuti informasi tersebut, diutarakan dia, Tim Gabungan melakukan penjagaan di pintu masuk Pelabuhan Tanjung Kalian, beberapa saat kemudian, tim mendapati tersangka dengan gerak-gerik yang mencurigakan dan memiliki ciri-ciri fisik yang sama dengan informasi yang didapat.

“Kemudian tim melakukan pemeriksaan identitas, lalu membawa yang bersangkutan ke Pos TNI AL untuk dilakukan penggeledahan, lalu ditemukan barang bukti ekstasi sebanyak 12 bungkus tablet warna merah muda, 3 bungkus tablet warna kuning, 1 bungkus pecahan tablet warna kuning, dan 4 bungkus serbuk tablet warna merah muda,” urainya.

“Kemudian untuk barang bukti non narkotika antara lain, satu unit HP Samsung Android warna hitam, uang tunai Rp600.000, dan satu unit motor matic Honda PCX warna merah beserta STNK,” tambahnya.

Berdasarkan keterangan dari tersangka, diungkapkan dia, pil ektasi tersebut rencananya akan dikembalikan ke Palembang karena memiliki kualitas yang rendah.

“Kita masih melakukan pengembangan kasus ini untuk mengetahui dan mengejar pemilik barang. Ini saya katakan baru perdana, kita berjanji akan mengungkap yang lebih besar lagi,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, dia menyebutkan, tersangka akan dijerat Pasal (Primair) 114 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dan Pasal (Subsidair) 112 ayat (2) UU RI No. 35 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara 5 sampai 20 tahun. 

Sementara, tersangka T mengaku, baru kali pertama menjadi kurir narkoba dengan mendapat imbalan sebesar Rp10 juta dari pemilik barang.

“Saya cuma diarahkan saja melalui telepon seluler oleh seseorang yang nggak dikenal untuk mengambil ekstasi ini dan dikembalikan ke Palembang,” ujarnya. (Doni)

Komentar

Berita Lainnya