oleh

DPRD OKI Silaturahmi dengan Walikota Pangkalpinang Bahas Pembentukan Paguyuban Tulung Selapan

PANGKALPINANG | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan komering ilir bersilaturahmi dengan Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) dalam membahas rencana pembentukan paguyuban masyarakat Tulung Salapan di kota Pangkalpinang agar tidak ada image negatif seperti saat ini. Jumat, (14/2/2020).

Ketua DPRD Kabupaten OKI, Abdiyanto Fikri mengatakan, kedatangan rombongannya ke Kota Pangkal Pinang salah satunya membahas pembentukan paguyuban masyarakat tulung selapan mengingat selama ini image masyarakat selapan ini banyak dipandang negative.

“Kita ingin menghilangkan image negative tersebut untuk itu, perlu dibentuk semacam perkumpulan dan Alhamdulillah Walikota Pangkal Pinang menyambut baik hal ini,”ungkapnya saat dibincangi di rumah Dinas Walikota Pangkal Pinang.

Wali Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Maulan Aklil (Molen) saat menyambut kedatangan Ketua DPRD Kabupaten OKI

Menurut Abdiyanto dengan dibentuknya paguyuban ini diharapkan bisa membantu dan bersinergi dengan pemerintah Kota Pangkal Pinang dan berkontribusi positif bagi masyarakat Pangkal Pinang khususnya serta mengharumkan nama baik daerah asalnya yakni tulung selapan.

Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) saat ditemui di kediamannya, membenarkan bahwa kedatangan rombongan DPRD OKI dalam rangka silaturahmi serta diskusi rencana pembentukan paguyuban masyarakat Tulung Salapan.

“Kedatangan teman-teman DPRD kabupaten OKI dalam silaturahmi rencana pembentukan paguyuban masyarakat Tulung Salapan di kota Pangkalpinang,” jelasnya.

Molen juga menjelaskan bahwa dengan adanya paguyuban masyarakat Tulung Salapan ini tidak ada lagi image negatif seperti saat ini, kami yakin ini bisa memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Babel khususnya kota Pangkalpinang.

“Kita siap mendukung, apalagi di kota Pangkalpinang masyarakat sudah pintar-pintar kalau isu SARA mungkin tidak ada,” tegasnya.

Ia juga menegaskan masyarakat kota Pangkalpinang adalah masyarakat heterogen jadi kalau masalah isu agama,suku dan ras tidak mungkin bisa menjadi konflik.

“Kami akan mendukung paguyuban masyarakat yang ada di kota Pangkalpinang mau Batak, Bugis,Jawa,sumatera pasti kita dukung sepenuhnya,”pungkasnya. (Doni)

Komentar

Berita Lainnya