Musi Banyuasin

DPRD Empat Lawang Oknum Guru Jarang Ngantor Harus Ditindak Tegas

248
×

DPRD Empat Lawang Oknum Guru Jarang Ngantor Harus Ditindak Tegas

Sebarkan artikel ini
darli
pemkab muba pemkab muba
DPRD Empat Lawang Oknum Guru Jarang Ngantor Harus Ditindak Tegas
Darli, Ketua Komisi III DPRD Empat Lawang.

EMPAT LAWANG I  Ketua Komisi III DPRD Empat Lawang, Darli, meminta pemerintah untuk memberikan tindakan tegas kepada oknum guru yang jarang masuk kerja, hal ini menyusul adanya laporan dari masyarakat bahwa ada dua oknum guru yang sering tidak bekerja sebagaimana mestinya alias jarang ngantor. Kedua oknum guru tersebut masing-masing berinisial SU tercatat sebagai guru di SMAN 1 Pendopo dan inisial NU tercatat di SMAN 1 Muara Pinang.

“Iya saya sudah cek sendiri ke sekolah, ternyata sudah lama tidak bekerja, tolong Dinas Pendidikan (Disdik) tindak lanjuti kenapa dua oknum guru ini,” ujar Darli, (26/9/2016).

Menurutnya, sebagai anggota Dewan yang membidangi pendidikan, Dirinya bukan semata ingin menakut-nakuti dewan guru supaya lebih aktif bekerja. Tetapi, yang diharapkannya tidak lain agar guru dapat menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Mengingat pentingnya kerja guru dalam mencerdaskan anak bangsa terutama di Bumi Saling Keruani Sangi Keruani ini.

“Saya cuma berharap itu, peran guru itu sangat penting dalam menciptakan generasi bangsa. Saya harap guru yang bersangkutan bisa menjalankan tugasnya sebaik mungkin,” kata dia.

Politisi Partai PKPI ini juga meminta Disdik Empat Lawang secara cermat dalam menempatkan guru. Harusnya pemerataan guru itu dilakukan secara baik, sehingga tidak numpuk dibeberapa sekolah saja. Sebagai contoh di SMPN 3 Muara Pinang yang hanya ada 3 guru PNSnya.

“Ini juga perlu diperhatikan oleh Disdik, jangan mentang mentang Tebing Tinggi ibu kotanya, numpuk semua di Tebing, dikecamatan lain banyak kosong. Sesegera mungkin dilakukan pemerataan siswa itu,” pintanya

Terpisah, Kepala Disdik Empat Lawang, Agusni Effendi melalui Kabid Dikmen, Dedi Damhuri, membenarkan terhadap oknum guru berinisial NU di SMAN 1 Muara Pinang yang sudah lama tidak masuk mengajar dengan alasan sakit.

“Tapi itu sudah ditindak lanjuti, bahkan oleh saya sendiri. Waktu saya masih kepala SMAN 1 Muara Pinang sudah saya laporkan dan sudah di proses ke BKD. Tapi untuk saat ini saya belum tahu bagaimana tindak lanjutnya,” kata dia.

Untuk guru berinisial SU di SMAN 1 Pendopo, pihaknya belum menerima laporannya. Namun, dalam waktu dekat akan segera ditindaklanjuti. Apabila memang terbukti akan dilakukan proses tindak lanjutnya.

Sedangkan dalam masalah pemerataan guru di Empat Lawang, Dedi menuturkan pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan ulang terhadap guru guru yang ada di Empat Lawang. Ditargetkan akhir tahun 2016 ini selesai.

“Kalau sudah selesai nanti, tergantung kebutuhan guru dan kembali ke BKD juga dalam melakukan pemerataan guru itu,” pungkasnya (ridi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *