oleh

Ditreskrimum Polda Sumsel Ungkap Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur

Palembang l Subdit IV Remaja Anak Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Sumsel ungkap kasus pencabulan anak di bawah umur.

Tersangka JN yang merupakan oknum guru ini, diketahui melakukan aksinya bersama korban sampai mencapai 12 orang. Kelakuan bejat tersangka JN dilakukan sejak Juni 2020.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan. SIK didampingi Kasubdit IV Renakta Kompol Masnoni. SIK mengatakan, Berawal anggota kami menerima laporan dari salah satu orang tua murid bahwa telah terjadi aksi seksual dialami anaknya, menerima laporan tersebut anggota langsung bergerak mengumpulkan barang bukti. Setelah dilakukan penyelidikan dan bukti bahwa benar tersangka langsung Diamankan.

” Ya benar sekali, telah terjadi tidak pidana asusila di salah satu Ponpes Kecamatan, Pemulutan Kabupaten, Ogan Ilir (OI). Yang terduga dilakukan oleh oknum guru sekaligus pengasuh yakni JN (22) sejak 2020,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan, Rabu (15/09/2021).

Untuk sementara 12 orang anak sudah melaporkan ke kami lanjut Hisar, jadi tidak menutup kemungkinan akan bertambah korban yang belum melaporkan kejadia ini. Sementara bagi orang tua yang anak menjadi korban bisa melaporkan kejadian ini akan untuk identitas akan ditutupkan.

” Ada beberapa dari 12 orang anak itu perbeda dan perlakuannya berbeda dari keterangan yang kita gali dari tersangka. Ada enam orang anak mengalami asusila sodomi, sementara sisanya hanya memgang alat kelami dan lakukan onani tersangka,” beber Hisar.

Sementara untuk modus yang digunakan tersangka JN untuk mengelabui korbannya, dengan cara diiming-imingi.

” Dan ada juga yang diancam oleh tersangka JN,” tutup Hisar.

Dari pengakuan tersangka JN sendiri, dirinya menjelaskan, bahwa nekat melakukan asusila karena penasaran. Hal itu dilakukan sejak Juni 2020 di dalam asrama laki laki.

” Karena penasaran terhadap korban sehingga nikmat melakukan aksi tersebut. Sudah dua tahun mengajar di sana, perbuatan itu dilakukan setahun belakangan ini,” ujar tersangka JN. (Abdus)

Komentar

Berita Lainnya