oleh

Dinkes Palembang Targetkan Pencapaian UHC

Palembang | Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang targetkan pencapaian Universal Health Coverage (UHC) atau cakupan kesehatan semesta terealisasi pada Agustus 2019.

Kadinkes Palembang dr Letizia mengatakan, UHC merupakan program nasional, dimana setiap warga harus memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Untuk kota Palembang dengan jumlah penduduk 1.592.248, target UHC nya 95 persen atau 1.512.636 jiwa,” katanya, Rabu (30/7).

Berdasarkan data Dinkes Palembang hingga 30 Juni 2019, capaian peserta untuk UHC sudah mencapai 1.409.051 jiwa dengan persentase 88,49 persen. Sementara sisa peserta untuk UHC 103.585 akan dirampungkan pada Agustus mendatang.

“Target kami Agustus nanti selesai. Kami sangat optimis akan tercapai sesuai target. Insyaallah September, sudah diberikan penghargaan UHC dari Pemerintah Provinsi Sumsel,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk pembiayaan kesehatan masyarakat Palembang akan didanai oleh Pemkot Palembang melalui APBD serta dana dari Pemprov Sumsel, Pemerintah Pusat dan pajak rokok.

“Dana sudah ada. Tidak ada masalah. Apalagi hal ini berkaitan dengan kesehatan, tentu kami akan berupaya semaksimal mungkin, cita-cita Walikota dan Wakil Walikota Palembang, agar masyarakat bisa mendapat pelayanan maksimal,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek mengatakan cakupan kesehatan semesta bukan hanya pencapaian jumlah orang yang dicakup oleh JKN, melainkan suatu rangkaian upaya yang holistik, strategis, dan integral dari semua upaya pembangunan kesehatan pada seluruh tahapan siklus kehidupan manusia.

”UHC bertumpu pada upaya promotif, preventif termasuk pengendalian penyakit serta pelayanan kesehatan kuratif dan rehabilitatif dengan mengarusutamakan pelayanan kesehatan primer yang berkualitas,” katanya Selasa (12/2) di Tangerang.

Dalam Sidang Executive Board 144 tahun 2019, telah disepakati WHO 13th General Program of Work untuk mencapai target kesehatan pada tahun 2023 oleh semua negara anggota WHO, termasuk Indonesia.

Target-target tersebut mencakup satu milyar orang mendapatkan manfaat Universal Health Coverage (UHC), satu milyar orang lebih terlindungi dari kedaruratan kesehatan, dan satu milyar orang menikmati  hidup yang lebih baik dan sehat.

Pemerintah bersama masyarakat  berkomitmen untuk mencapai Cakupan Kesehatan Semesta (Universal Health Coverage) agar semua orang memiliki akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu tanpa hambatan finansial.

Saat ini ada salah pengertian, seakan-akan  cakupan kesehatan semesta sama dengan cakupan kepesertaan semesta dan bila seluruh penduduk Indonesia telah menjadi peserta JKN maka cakupan kesehatan semesta dianggap telah tercapai.

Sebenarnya, cakupan kesehatan semesta telah tercapai kalau masyarakat telah menjadi peserta JKN dan seluruh penduduk sudah memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu, baik upaya promotif, preventif, deteksi dini, pengobatan, rehabilitatif dan paliatif  tanpa terkendala masalah biaya. Jadi jauh lebih kompleks dari sekedar kepesertaan JKN. 

”Cakupan kesehatan semesta juga sangat berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yang mentargetkan bahwa pada tahun 2030 tidak satupun orang yang tidak menikmati hasil pembangunan berkelanjutan (no one is left behind),”tutup Menkes.(Alam)

Komentar

Berita Lainnya