Berita Daerah

Dinkes Lahat, Layani Kesehatan Warga di Pelosok

158
×

Dinkes Lahat, Layani Kesehatan Warga di Pelosok

Sebarkan artikel ini
20181112_175611
pemkab muba pemkab muba

Lahat I Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Lahat,  akan menyiapkan tim kesehatan untuk melayani warga yang berada di pelosok desa.  Kendati saat ini di Kabupaten Lahat tidak ada lagi kategori Desa terpencil namun,  hal tersebut untuk persiapan jika sewaktu waktu dibutuhkan. Disisi lain, Dinkes Pemkab Lahat sendiri terus meningkatkan peran Puskesmas yang ada di Kecamatan.  

“Ya upaya pelayanan terus kita tingkatkan.  Salah satunya, proses akreditasi Puskesmas manfaat dan tujuannya untuk peningkatan status. Tak hanya itu,  dapat memberikan rasa percaya diri dalam melayani pasien dikarenakan dalam menjalankan tugas semua tahapan berdasarkan standar dan prosedur yang baku, “ungkap Kadinkes Pemkab Lahat,  Dr H. Rasyidi Amri, MT MKM, Senin (12/11).

Saat ini,  dikatakannya sudah sembilan dari 33 Puskesmas dinilai akreditasi. Enam Puskesmas akan dinilai akhir 2018 dan sisanya di tahun 2019.  Pihaknya sendiri berharap, semua puskesmas yang ada tersebut lulus dalam uji akreditasi dengan demikian, apa yang diharapkan masyarakat dan pemberian pelayanan bisa terpenuhi baik dari sisi sarana,  obat obatan, kualitas pelayanan dan lainya. Dikatakan juga, jika saat ini sudah ada 11 Puskesmas yang sudah melayani rawat inap 24 jam.

“Sementara untuk mendorong kesehatan masyarakat digulirkan program gerakan masyarakat untuk hidup sehat atau (Germas). Ada juga program indonesia sehat (PIS) dan Pendekatan Keluarga (PK) yang merupakan program nasional,”jelasnya.  

Dinkes juga,  memperkuat pegawai kesehatan dengan aktif memantau kesehatan warga desa terutama adanya penyakit yang jarang diderita warga Lahat. “kesehatan masyarakat terus kita pantau, “ujarnya.  

Hanya saja sebelumnya disampaikan Rasyidi, adanya kekurangan tenaga kesehatan.  Menurutnya, dari 360 desa di 24 kecamatan Kabupaten Lahat masih kekurangan tenaga kesehatan khususnya bidan desa. Akibatya, pelayanan kesehatan belum maksimal lantaran warga desa terpaksa harus ke kecamatan atau kabupaten. “sejauh ini jumlah bidan yang ada total 295 orang, jumlah poskesdes 238 unit, jumlah posyandu 449 unit,”terangnya. (Sfr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *