oleh

Dinkes Empat Lawang Tunda Imunisasi Vaksin MR

Tebing Tinggi I Maraknya isu vaksinasi untuk imunasi campak dan rubela bagi anak berusia dini dengan dugaan mengandung sari pati hewan berupa anjing, monyet, dan sari pati babi, sangatlah meresahkan para orang tua terutama bagi mereka yang masih memiliki anak kecil.

Selain itu, seperti yang kita ketahui bahwa vaksin tersebut masih dalam kekalutan atas kehalalannya (islam, red) yang tidak diakui oleh pihak MUI sebagai lembaga besar penyortir produk halal di negara indonesia ini.

Terkait hal tersebut pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Empat ketika dikonfirmasi via seluler menanggapi bahwa pihaknya sudah mengetahui tentang keluhan masyarakat atas vaksin yang belum dinyatakan berlabel halal dari MUI pusat.

“Kita belum terima surat dari MUI, mungkin masih di perjalanan. Dan kita juga tidak melarang atau menyuruh bagi orang tua yang anaknya mau di imunisasi saat ini,” ungkap Plt Kepala Dinkes Empat Lawang, Wiwik, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyaki (P2P), Junaidi, Senin (6/8).

Dikatakan Junaidi, bahwa maraknya isu vaksin Rubella berbahan yang terbuat dari sari pati hewan seperti disampaikan dan beredar di jejaring sosial. “Tidak ada itu, dari mana mereka tahu kalau mengandung sari pati hewan, apa sudah diuji ke laboratorium. Sekarang penggunaan vaksin ini masih kita tunda saja,” cetusnya.

Terpisah, Ketua MUI Empat Lawang, M Toha, menyebut, belum menerima surat ederan dari MUI Sumsel terkait hal ini. “Mengenai hal itu kita belum menerima surat dari MUI Sumsel. Dan kita belum bisa berkomentar banyak,” ujarnya singkat.

Sekedar informasi, setelah melaksanakan rapat pleno bersama perwakilan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan, maka Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Selatan meminta kepada pihak Kemenkes agar melakukan penundaan terhadap pelaksanaan Imunisasi massal Measles Rubella (MR).

Penundaan dilakukan karena belum adanya sertifikasi halal dari vaksin MR ini. Selain itu komposisi vaksin MR tersebut juga belum diperiksa, sehingga membuat masyarakat resah. Untuk itu MUI Sumsel menetapkan pemberian vaksin MR ditunda terlebih dahulu.

“MUI Provinsi Sumsel meminta dinas kesehatan di 17 Kabupaten/Kota di Sumsel agar menunda pemberian vaksin MR, hingga adanya kejelasan hasil pemeriksaan dari produsen dan ditetapkannya fatwa MUI,” ujar Ketua MUI Sumsel, Aflatun Muchtar saat pres conference di Kantor LPPOM MUI Sumsel.(ridi)

Komentar

Berita Lainnya