oleh

Dik Doank Menjadi Relawan Psikososial YBM PLN di Lampung

LAMPUNG I Tepuk sekali… tepuk dua kali.. tepuk tiga kali… tepuk setengaaah.. uuups hahaha..Seketika sontak gelak tawa ceria dari puluhan anak-anak pengungsi, tatkala Dik Doank menyapa hangat mereka di bawah tenda pengungsi.

Kalianda Lampung Selatan, 2 Januari 2018, di tengah teriknya matahari siang itu tak menyurutkan Dik Doank untuk bergabung menjadi relawan YBM PLN. Dengan turun langsung ke lokasi pengungsian. Serasa memberikan trauma healing kepada anak-anak pengungsi yang terkena dampak tsunami Selat Sunda yang terjadi sebelas hari silam.

Sungguh tak disangka, ketika anak-anak yang lagi duduk melingkari bermain bersama Dik Doank, tiba-tiba dari luar tenda mereka dikejutkan dengan kehadiran Bapak Presiden RI yang tengah melakukan kunjungan ke beberapa titik yang terkena dampak musibah di penghujung tahun ini. ”Selamat datang Pak Jokowi” sambutan dan teriakan anak-anak yang dikomandoi Dik Doank.

Hingga hari ke 11 pasca musibah, sedikitnya 956 jiwa masih mengungsi di GOR ini. Sebagian besar berasal dari Pulau Sebesi dan Sebuku yang merupakan salah satu wilayah terdampak tsunami selat sunda.

Di tempat ini pula, sejak hari pertama pasca musibah,  YBM PLN bersama BAZNAS telah membuka dapur umum yang setiap harinya memproduksi 3.000 nasi bungkus. Didistribusikan sebanyak 3 kali dalam sehari demi memenuhi kebutuhan primer para pengungsi.(Red)

Komentar

Berita Lainnya