Palembang

Di Palembang Lomba Bidar dan Perahu Hias Kembali Digelar

2146
×

Di Palembang Lomba Bidar dan Perahu Hias Kembali Digelar

Sebarkan artikel ini
Bidar
pemkab muba pemkab muba

PALEMBANG I Sudah menjadi agenda tahunan setiap tahun  dalam rangka memeringati  HUT RI 17 Agustus besok (17/8) Pemerintah kota Palembang kembali menggelar  lomba bidar tradisional dan parade perahu hias.

Tahun ini, peserta yang akan mengikuti lomba ini cukup meningkat dari tahun sebelumnya dan siap meramaikan sungai Musi yang merupakan salah satu kebanggaan masyarakat Palembang.

Koordinator perlombaan bidar dan kapal hias Disbudpar Palembang, Sudirman mengatakan, tahun ini ada 9 tim yang akan ikut lomba bidar tradisional. Selain itu ada juga 17 perahu hias yang siap berkompetisi. Acara dimulai pukul 09.00 hingga final pukul 14.00 WIB. Jadi sorenya bisa pengumuman siapa yang juara,”kata Sudirman, Senin (15/8).

Untuk bidar tradisional ini, ia mengatakan hanya satu-satunya di Indonesia yang sampai saat ini masih lestari. Sebab untuk 1 perahu bidar harus berukuran panjang 29 meter, lebar 1.5 meter dan tinggi 0.8 meter. “Untuk 1 tim maksimum 57 orang, yang terdiri dari 1 orang juragan/kemudi, 1 orang tukang timba air, dan 55 pendayung,”urainya.

Start lomba dimulai dari eks dermaga Fery 35 Ilir di kapal Segentar Alam dekat Dishub, lalu finish ke depan panggung kehormatan BKB Palembang. Begitu juga dengan rute perahu hias yang diiringi dengan atraksi dan parade dari peserta.

“Masyarakat dapat menyaksikan langsung  di BKB maupun dari atas Ampera. Asalkan bisa tertib dan menjaga keamanan, sehingga kegiatan ini meriah,”jelasnya.

Kepala Disbudpar Palembang, Ahmad Zazuli menambahkan, selama jalannya lomba rute angkutan air sementara ditutup untuk umum. Maka itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti dishub, polair, dan sebagainya. tim juri ada dari TNI/Polri, seniman, dan pihak terkait.

Pihaknya mengimbau agar selama pelaksanaan lomba, masyarakat bisa menyaksikan dengan tertib. Mengingat momen ini sangat langka dan budaya yang memang dijaga dari rakyat untuk rakyat.”Jika kita sama-sama menjaga tradisi ini, tentu akan tetap lestari dan menarik wisatawan. Maka itu mari kita isi kemerdekaan ini dengan tetap melestarikan budaya,”tukasnya. (Sonny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *