Palembang

Dewi Sastrani Ajak Gen- Z Cintai Kuliner Tempo Dulu

14
×

Dewi Sastrani Ajak Gen- Z Cintai Kuliner Tempo Dulu

Sebarkan artikel ini
pemkab muba

Palembang – Di tengah gempuran tren makanan modern dan kekinian, aroma manis dan rindu masa lalu disuguhkan lewat gelaran Festival Jajanan Bingen 2026 di OPI Mall, Sabtu (31/10/2026).

Acara yang dihelat oleh Sriwijaya Post dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39 ini sukses menarik perhatian publik, dengan menghadirkan dua tokoh perempuan penting.

Yakni, Ketua TP PKK Sumsel, Febrita Lustia Herman Deru (Feby Herman Deru) dan Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa.

Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani, mengatakan pentingnya mengenalkan kembali kuliner tempo dulu kepada masyarakat luas, terutama anak-anak muda.

Kota Palembang sendiri turut ambil bagian secara aktif dengan membawa beraneka ragam kudapan legendaris ke dalam pameran ini.

“Kota Palembang turut berpartisipasi dengan membawa berbagai jajanan khas daerah, di antaranya gulo palu, kipau, kumbu, serikaya, gunjing dan lain-lain,”ungkap Dewi.

Ia menilai kegiatan ini menjadi wadah yang sangat positif agar generasi penerus tidak melupakan akar budaya kuliner mereka. Menurutnya, jajanan bingen memiliki cita rasa yang tidak kalah lezat dibandingkan jajanan modern saat ini.

‘Ini sangat baik sekali untuk memperkenalkan jajanan bingen supaya anak-anak sekarang mengetahui jajanan zaman dulu. Jadi, mereka bisa mengenal, menikmati, dan menyukai makanan tradisional yang rasanya tidak kalah menarik dengan jajanan zaman sekarang,” jelasnya.

Dewi juga menyoroti keunikan salah satu primadona festival, yakni gulo palu. Ia menjelaskan bahwa proses pembuatan permen tradisional ini dari adonan lembut hingga mengeras membutuhkan ketelatenan tinggi yang melatih kesabaran.

Ia pun tak lupa mengajak seluruh warga Palembang untuk datang langsung ke Little Star OPI Mall menikmati ragam kuliner tersebut.

Sementara Ketua TP PKK Sumsel, Febrita Lustia Herman Deru (Feby Herman Deru) antusias mencicipi dan bernostalgia dengan jajanan masa kecilnya, khususnya gulo palu.

Bagi Feby, kudapan manis tersebut menyimpan memori tersendiri yang membawanya kembali ke masa lalu.

“Jadi, makanan seperti gulo palu ini mengingatkan kita pada zaman dahulu. Waktu masih muda atau anak-anak, kita sering membuat gulo palu. Prosesnya melatih kesabaran sampai gulanya menjadi keras,” kenang Feby.

Ia menjelaskan bahwa proses pembuatan gulo palu yang harus terus ditarik, diputar, dan diuleni menggunakan stik bambu atau jemari tangan adalah sebuah seni tersendiri yang menguji ketelatenan.

Lebih lanjut, Feby mengapresiasi keberagaman kuliner dari berbagai kabupaten/kota di Sumsel yang meriah dalam festival selama dua hari (31 Oktober – 1 November 2026) ini. Ia berpesan agar anak-anak zaman sekarang tidak hanya akrab dengan tren makanan kekinian, tetapi juga bangga mengenal makanan khas daerahnya sendiri.

“Anak-anak sekarang harus tahu makanan daerah. Jangan hanya mengenal makanan kekinian, tetapi juga harus mengetahui apa saja makanan khas daerah kita,”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *