oleh

Delapan Pejabat Ogan Ilir Terindikasi Narkoba

UrineINDRALAYA I Dari hasil pemeriksaan tes urine terhadap 74 pejabat eselon II dan III dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir (OI), Provinsi Sumatera Selatan dua hari lalu, ternyata ada hasil tes urine 8 pejabat OI yang mengandung methamphetamine dan morfin. Kendati demikian, Pemkab OI mengklaim tidak akan melakukan pemeriksaan lanjutan baik tes darah maupun rambut terhadap 8 pejabat tersebut.

“Mereka (8 orang yang terindikasi itu) memang hasil tes urinenya positif. Tapi bukan berarti mengonsumsi narkoba, melainkan mengonsumsi obat-obatan seperti methamphetamine dan morfin. Bahkan para pejabat itu sebelum dites urine telah membuat pernyataan sedang mengkonsumsi obat untuk penyembuhan kesehatan,”kilah Sekda OI H Herman, Rabu (6/4/2016).

Dengan begitu, pihaknya tidak berencana meneruskan pemeriksaan lanjutan baik tes darah maupun tes rambut terhadap 8 pejabat yang terindikasi narkoba itu.

Untuk ke depan, pihaknya juga berencana akan melakukan tes urine ke seluruh perangkat desa, dimulai dari kades, BPD dan lainnya, termasuk pemeriksaan urine calon kades yang akan melangsungkan pilkades dalam tahun ini.

“Informasi dugaan penyalahgunaan narkoba dikalangan kades kian santer terdengar. Makanya saat pencalonan, semua calon kades wajib dites urine. Jika terbukti langsung digugurkan,”jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dilapangan, 8 pejabat PNS yang diduga terindikasi narkoba tersebut berinisial A, S, MK, AK, MS, S, BW dan S. Dalam hasil tes urine dinyatakan positif oleh BBN Sumsel dan BNNK OI karena mengandung methamphetamine dan satu PNS positif mengandung morfin.

Diketahui bahwa methamphetamine merupakan obat atau bahan kimia dalam bentuk kristal putih. Zat ini menciptakan ketagihan dan menciptakan rasa bahagia dan sejahtera yang semu. Penggunanya akan larut dalam percaya diri, hiperaktif, dan berenergi. Methamphetamine masuk dalam kategori sabu-sabu dan merupakan obat illegal yang termasuk dalam kategori sama seperti kokain dan obat stimulan (perangsang emosi) lainnya.

Sementara itu, Plt Bupati OI HM Ilyas Panji alam menyatakan siap memberikan sanksi tegas bagi pejabat OI yang kedapatan mengonsumsi narkoba.

“Pemberantasan penyalahgunaan narkoba bukan saja tugas pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat. Semua birokrasi harus bersih dari penyalahgunaan narkoba dan apabila terbukti mengonsumsi akan langsung saya pecat,”ujar Ilyas. (ST)

Komentar

Berita Lainnya