Berita Daerah

Calon Kades di Ogan Ilir Diminta Berpolitik Secara Santun

231
×

Calon Kades di Ogan Ilir Diminta Berpolitik Secara Santun

Sebarkan artikel ini
pilkades
pemkab muba pemkab muba

Calon Kades di Ogan Ilir Diminta Berpolitik Secara Santun INDERALAYA I Plt Bupati Ogan Ilir (OI) H M Ilyas Panji Alam mengingatkan kepada seluruh calon kepala desa (Cakades) yang akan bertarung dalam pemilihan kepala desa pada Oktober nanti untuk dapat berpolitik secara santun.

“Semua calon pasti menginginkan menang. Tapi tidak dengan cara yang kotor. Bersikaplah secara santun, sampaikan program dengan baik. Bagi yang kalah tentu harus sadar diri dan instrospeksi diri. Jangan sampai akibat dari berpolitik menjadi musuh seumur hidup,”kata Plt Bupati OI H M Ilyas Panji Alam dalam kegiatan Deklarasi dan Komitmen Bersama penyelenggaraan pilkades serentak 2016 yang berlangsung di aula Mapolres OI (29/9). Turut hadir dalam deklarasi itu antara lain Kapolres, Ketua DPRD OI, Dandim, Kejari dan Ketua PN, dan 591 cakades dari 171 desa se Kabupaten OI.

Menurut Bupati,  dalam pilkades tentu ada yang kalah dan yang menang dan itu manusiawi. Namun yang kalah harus legowo dan yang menang jangan sombong dan  harus siap mengemban amanah.

“Jabatan itu hanya sebentar paling satu hingga dua periode. Jadi rangkullah yang kalah, dan tetap menjalin hubungan  silaturahim,”pinta Bupati.

Baik Kapolres OI AKBP M Arif Rifai maupun Ketua Pengadilan Nageri (PN) Kayuagung Bambang SH berharap,  proses pilkades di OI dapat berjalan aman, tertib, jujur dan demokratis.

“Saya tidak ingin dampak dari pilkades, ketemu di Polres jadi tersangka, dan ketemu di PN jadi terdakwa,’’ujar Kapolres dan Ketua PN mengingatkan.

Sementara itu, Ketua DPRD OI Drs H Ahmad Yani MM menambahkan jumlah cakades yang akan mengikuti pertarungan pilkades sangat luar biasa sehingga proses pilkades harus berlangsung dengan demokrasi.

“Jangan sampai setelah proses pilkades hubungan menjadi tidak harmonis, apalagi dengan masing–masing pendukungnya hingga menimbulkan permasalahan didesa. Ya,  untuk ikut membangun desa tidak harus menjadi pucuk pimpinan,”kata politisi Partsai Golkar OI ini.(hn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *