oleh

Buwas Inginkan Pengguna dan Bandar Narkoba Langsung Dieksekusi

BuwasPALEMBANG I Negara Indonesia darurat narkoba, namun penegakan hukum belum maksimal dan tidak ada efek jera bagi pelaku penyalahgunaan narkoba. Hal inilah yang diungkapkan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Budi Waseso (Buwas) pada acara silaturahmi akbar dan dialog interakti di Gedung Akademik Center Universitas Islam Negeri  Raden Fatah (UIN RF) Palembang. Pada Selasa (29/3/2016).

Mengambil perbandingan hukum dengan Negara Malaysia dan Singapura yang memberikan hukuman gantung bagi pengguna narkoba. Buwas menyatakan bahwa hukuman yang di berlakukan di Negara Indonesia ini tidaklah efektif.

“Ya, kalau di Malaysia dan Singapura sih hanya pengguna narkobanya saja sudah dapat hukuman gantung. Lah di Indonesia, bandar besar tiga kali dihukum mati tapi tidak mati-mati,” ujarnya dengan senyum dan diiringi dengan tawa seluruh peserta yang mengikuti kegiatan itu.

Buwas juga menambahkan, karena ketidak tegasan hokum ini sehingga membuat oknum sipil, dokter lapas dan narapidana pun terjerat narkoba. “Ini mata rantai yang harus di putus bersama. Keterlibatan pihak yang seharusnya diberikan hukuman dan yang menegakkan hukum ini,” katanya.

Dalam sambutannya juga dikatakan bahwa UU 35 tahun 2009 mengenai Narkotika akan direvisi. Pakar hukum dan penggiat anti narkoba akan ikut membahas untuk peradilan hukum narkoba ke depannya.

 “Jika perlu akan ada peradilan sendiri, atau bagaiman bagusnya jika kita berlakukan hukuman berupa eksekusi langsung,” ucapnya.

BNN sudah berusaha menindak tegas Bandar narkoba dan jaringan sindikat narkoba yang ada. Meski jelas sekali bahwa seluruh daerah Negara Indonesia dikatakan sebagai pangsa terbesar narkoba di Asian. Sehingga, Buwas menginginkan TNI sebagai benteng negara yang juga tak luput dari target narkoba itu harus diberikan kewenangan.

“Ya, kalau memang hukum tetap seperti ini. Mau tidak mau harusnya TNI diberi kewenangan untuk melakukan tindak eksekusi,” tuturnya. (Ellyvon)

Komentar

Berita Lainnya