OKI – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Muchendi Mahzareki mengingatkan bahwa semangat masyarakat dalam membangun masjid harus diimbangi dengan komitmen untuk memakmurkannya. Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai bangunan fisik, tetapi juga sebagai pusat ibadah, pembinaan umat, serta kegiatan sosial keagamaan.
Pesan tersebut disampaikan Muchendi saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Masjid Baitul Muttaqin di Desa Gading Raja, Kecamatan Pedamaran Timur, Kamis (5/6/2026).
Menurut Muchendi, pembangunan rumah ibadah merupakan wujud kebersamaan masyarakat yang patut diapresiasi. Namun, keberhasilan sebuah masjid tidak hanya diukur dari megahnya bangunan, melainkan dari kehidupan keagamaan yang tumbuh dan berkembang di dalamnya.
“Semangat membangun masjid harus sejalan dengan semangat memakmurkannya. Setelah berdiri nanti, masjid harus hidup dengan salat berjamaah, pengajian, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya,” ujar Muchendi.
Ia mengapresiasi inisiatif warga Desa Gading Raja yang secara swadaya memulai pembangunan masjid. Menurutnya, banyak rumah ibadah di Kabupaten OKI dapat berdiri dan berkembang berkat kekompakan masyarakat.
“Membangun rumah Allah membutuhkan keyakinan, keikhlasan, dan kebersamaan. Manfaatnya juga akan dirasakan bersama oleh masyarakat,” katanya.
Untuk mempercepat proses pembangunan, Muchendi berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan yang beroperasi di wilayah Pedamaran Timur. Pemerintah Kabupaten OKI, lanjutnya, akan berupaya mendorong dunia usaha agar turut berpartisipasi dalam pembangunan tersebut.
“Kami berharap perusahaan yang berada di sekitar wilayah ini dapat ikut membantu. Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha, pembangunan akan lebih cepat terwujud,” tambahnya.
Selain menghadiri peletakan batu pertama, Muchendi juga menerima aspirasi masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan di Desa Gading Raja. Ia memastikan pembangunan jalan akan dilaksanakan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Baitul Muttaqin, Ahmad Jailani menjelaskan, bahwa pembangunan masjid baru dilakukan karena bangunan lama sudah tidak mampu menampung jumlah jamaah, terutama saat Idul Fitri, Idul Adha, serta kegiatan keagamaan selama Ramadan.
“Selama tiga tahun terakhir kami menghimpun dana dari masyarakat. Alhamdulillah, hari ini pembangunan bisa dimulai,” ujarnya.
Ahmad mengungkapkan, hingga saat ini panitia telah berhasil mengumpulkan sekitar Rp300 juta dari infak masyarakat. Selain itu, sejumlah warga dan dermawan juga memberikan bantuan material berupa pasir, semen, dan besi.
Ia memperkirakan kebutuhan dana tahap awal pembangunan, mulai dari pondasi hingga berdirinya tiang utama masjid, mencapai sekitar Rp550 juta. Karena itu, panitia masih membuka kesempatan bagi masyarakat, perusahaan, maupun para donatur untuk berpartisipasi.
Kepala Desa Gading Raja, Budiyanto, turut mengajak masyarakat mendukung pembangunan masjid melalui sumbangan dana maupun tenaga gotong royong.
“Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan lancar,” katanya.
Pembangunan Masjid Baitul Muttaqin diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat akan sarana ibadah yang lebih representatif sekaligus menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi warga Desa Gading Raja dan sekitarnya.













