“Kita perlu tahu bahwa di OKI banyak sekali suku agama yang berbeda. Makanya kita menyusun tekad bahwa disini kita harus bersatu dan jangan mau diprovokasi,” ujarnya dalam Apel dan deklarasi Kebhinekaan Cinta Damai di lapangan Segitiga Emas, Jumat (18/11).
Ia menjelaskan, pada dasarnya semua elemen masyarakat tetaplah sama. Justru jika ada kergaman menambah indah untuk bertoleransi. “Harapan kita agar semua tetap solid, jangan sampai kemajemukan ini terganggu. Karena dari sanalah suasana tenang, aman dan damai tercipta,” jelasnya.
Hal serupa juga ditambahkan Kapolres OKI, AKBP Amazona Polamonia SH, SIK. Menurutnya adanya deklarasi yang sekaligus mengenang spirit para pahlawan ini adalah suatu statment dan semangat untuk menyatukan tekad. “Untuk mnghindari itu semua perlu ada kesepakatan jiwa. Jika masyarakat dan pemerintah bersatu, maka akan terwujudkan NKRI yang kuat,” tegasnya.
Dalam apel dan deklarasi tersebut, sejumlah jajaran tokoh masyarakat, instansi pemerintahan dan ratusan pelajar hadir. Bahkan setiap perwakilan menandatangani kesepakatan bersama bukti mendukung terciptanya masyarakat yang damai. (Romi Maradona)













