oleh

Bupati OKI Akan Melakukan Mutasi Besar-besaran. Benarkah?

KAYUAGUNG I Jelang dua tahun kepemimpinan Iskandar SE dan H. M. Rifa’i di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), sejak dilantik pada tanggal 15 Januari 2014 lalu, isu mutasi besar-besaran atau rolling sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI merebak.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, setidaknya ada puluhan  pejabat eselon II dan III akan dimutasi. Rolling ini merupakan hasil evaluasi Bupati OKI selama dua tahun masa kepemimpinannya di Bumi Bende Seguguk.

Sejumlah pejabat dinilai tidak cakap, sehingga tidak begitu berhasil dalam mendukung program pembangunan Kabupaten OKI yang dicanangkan Iskandar-HM Rifai.  Informasinya, pelantikan diperkirakan akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Informasi mengenai bakal ada mutasi itu memang ada. Kita  tidak tahu masih bisa bertahan atau diganti, itu hasil evaluasi pak Bupati,” ujar seorang pejabat yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, mutasi jabatan ini merupakan hak prerogative Bupati dalam rangka melakukan penyegaran maupun pembinaan karir para pegawai di lingkungan Pemkab OKI.

“Wajar Bupati akan mengganti bawahannya yang dianggap tidak berhasil dalam membantunya membangun Kabupaten OKI. Apalagi pak Iskandar sudah dua tahun memimpin OKI, untuk menilai dan mengganti pejabat di lingkungan Pemkab OKI itu merupakan hak Bupati,” ujarnya lagi.

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) OKI, Hajjar, saat dikonfirmasi membantah isu tersebut. “Memang ada isu yang berkembang kalau akan ada mutasi, tapi itu belum tentu benar. Wajar jika ada evaluasi dari Pak Bupati sebagai Kepala Daerah untuk menilai kinerja para perangkatnya. Apalagi saat ini sudah dua tahun Pak Iskandar-HM Rifai memimpin OKI,” terangnya.

Sementara itu, tokoh pemuda OKI, Weli Tegalega mengatakan,  sudah sepantasnya Iskandar mengevaluasi kinerja bawahanya.

“Ini sudah memasuki tahun kedua  pemerintahan Iskandar–HM Rifai. Sudah sewajarnya dilakukan mutasi jabatan, sebab kami melihat masih banyak pejabat yang kurang cakap dalam membantu Bupati untuk membangun OKI kedepan,” katanya.

Ditambahkannya, saat ini sudah tidak perlu lagi bicara tim pemenangan atau lainnya. Paling utama adalah bagaimana bekerja dan memberikan pelayanan  terbaik bagi masyarakat.

“Kalau pejabatnya tidak cakap maka ganti saja. Saat ini kami nilai banyak sekali pejabat yang tidak cakap, namun terkesan dipaksakan untuk menduduki sebuah jabatan. Harusnya ini tidak perlu terjadi,” tegasnya.(Romi)

Komentar

Berita Lainnya