oleh

Bupati Bangka Sebut Ada Aktivitas Tambang Ilegal di Pantai Tanjung Ratu

Sungailiat | Bupati Bangka, Mulkan berjanji akan segera memanggil pihak PT Timah Tbk, terkait adanya aktivitas tambang skala besar yang beroperasional disepadan pantai Tanjung Ratu, Sungailiat.

Menurut Mulkan, keberadaan aktivitas tambang CV Timbus Jaya yang merupakan mitra PT Timah seluas lebih dari 1 hektar selain tidak ada koordinasi dengan pihak Pemkab Bangka (ilegal) juga tidak  memberikan manfaat bagi perekonomian sebagian besar warga sekitar.

“Kami belum tau ada tambang ini, baru beberapa hari ini ada laporan masyarakat, mereka milik perizinan PT Timah, ini yang harus duduk bersama, apakah ini kategori tambang laut atau tambang darat, selaku pengelola kan harus ada pasca tambang, pemda tidak menolak adanya tambang, tetapi semua kan harus diberlakukan sama,”  ujar Mulkan, saat meninjau langsung lokasi tambang di Pantai Tanjung Ratu, Kamis sore (13/2/2020).

Untuk itu kata orang nomor satu di Kabupaten Bangka ini,  perlu ada komunikasi dan koordinasi.

“Karena pemda tidak bisa langsung melakukan aksi penertiban atau penghentian aktivitas tambang,” akunya.

Sementara itu, Rusli warga setempat meminta agar pemerintah dapat menghentikan atau menutup aktivitas tambang tersebut.

Karena keberadaan tambang tidak memberikan dampak positif bagi sebagian warga setempat, melainkan merusak dan memutus pencaharian hidup warga yang sering mencari makan dari hasil perikanan laut yang ada di pesisir pantai.

“Jangankan merangkul warga untuk bekerja, sepersen duit pun belum ada kami terima, ini malahan merusak lingkungan, kalau sebelumnya perempuan disini masih bisa cari udang kecil itu kan, sekarang nggak lagi,” demikian kata Rusli.

Dari informasi yang dihimpun, tambang mitra PT Timah yang terkesan tertutup dengan dikelilingi pagar seng tersebut, sudah berlangsung sekitar 5 bulan tanpa sepengetahuan kepala daerah, termasuk perangkat desa dan camat setempat. (don)

Komentar

Berita Lainnya