oleh

BPTP Babel Serahkan 8 Tanda Daftar Varietas Tanaman Ke Wabup Bangka Selatan

TOBOLAI – Bangka Belitung memiliki keberagaman sumberdaya genetic yang melimpah, potensi tersebut tentunya harus dioptimalkan baik untuk kepentingan ilmu pengetahuan maupun pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu langkah awal upaya untuk melindungi dan melestarikan keberagaman sumberdaya genetic local tersebut adalah melalui pendaftaran varietas tanaman ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Kementerian Pertanian.

Berkenaan dengan hal tersebut di sela-sela kegiatan Bimtek, Kepala BPTP Babel, Suharyanto menyerahkan 8 tanda daftar varietas tanaman yang berasal dari Bangka Selatan kepada Wakil Bupati Bangka Selatan Debby Vita Dewi. Dalam laporannya Suharyanto mengungkapkan bahwa setiap tahun BPTP Babel melalui peneliti dan penyuluh bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota melakukan karakterisasi sumberdaya genetic local se Provinsi Babel sebagai dasar pengusulan pendaftaran varietas ke PPVTPP.

“Tahun ini 3 varietas lokal nanas Bangka Belitung telah didaftarkan termasuk nanas Bikang dari Bangka Selatan selain juga nanas Badau dari Belitung dan Nanas Tuatunu dari Kota Pangkalpinang. Ketiga nanas tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga layak untuk didaftarkan untuk masing-masing daerah. Selain nanas Bikang, 7 tanda daftar varietas yang diperoleh Bangka Selatan antara lain Pelem Lepar, Bigo ungu dale, Bigo Ungu Dake, Bigo Oren, Bigo Ning, Bigo Pungu dan Bigo Ngutih,” papar Suharyanto.
Suharyanto juga menyampaikan bahwa pendaftaran varietas tanaman bermanfaat untuk pengumpulan database varietas tanaman sehingga mempermudah upaya pelestarian dan pemanfaatan sumberdaya genetik tanaman.

Manfaat lainnya adalah untuk memberikan kejelasan nama suatu varietas, terutama bagi varietas lokal yang kadang memiliki nama yang berbeda-beda padahal secara genetik sama. Dengan didaftarkannya suatu varietas tanaman, maka secara hukum kepemilikan varietas yang bersangkutan menjadi jelas sehingga diharapkan tidak akan terjadi sengketa kepemilikan varietas tanaman. Kemudian jika varietas tersebut digunakan sebagai tetua (varietas asal) untuk menghasilkan varietas yang mendapatkan hak PVT (hak Perlindungan Varietas Tanaman), maka pemilik varietas akan mendapatkan pembagian keuntungan.

Wabup Bangka Selatan Debby, dalam sambutannya juga berterimakasih dan mengapresiasi upaya yang dilakukan BPTP Babel dalam mendaftarkan varietas local yang berasal dari Bangka Selatan.

“Kita berharap setiap tahun ada varietas-varietas tanaman lokal lainya dari Bangka Selatan yang bisa didaftarkan, seperti jenis padi local,” imbuh Debby. Debby juga berharap kerjasama yang sudah terjalin dengan baik ini, bisa diperluas tidak hanya dalam pendaftaran sumberdaya genetic tanaman local Bangka Selatan, namun juga pelestariannya. (doni/BPTP Babel)

Komentar

Berita Lainnya