Berita Daerah

Bocah 18 Bulan di Kabupaten PALI Menderita Gizi Buruk

203
×

Bocah 18 Bulan di Kabupaten PALI Menderita Gizi Buruk

Sebarkan artikel ini
aria
pemkab muba pemkab muba
Bocah 18 Bulan di Kabupaten PALI Menderita Gizi Buruk
Aria Bocah 18 Bulan didiagnosa menderita gizi buruk lantaran kurang asupan gizi.

PALI I Aria Bocah 18 bulan terbaring lemas di salah satu kamar inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talang Ubi Kabupaten PALI, Selasa (18/10).

Buah hati dari pasangan Mariah (19) dan Alex (19) didiagnosa oleh pihak RSUD Talang Ubi kabupaten PALI mengalami kurang gizi atau gizi buruk.

Kondisi badannya kini sangat memperihatinkan, hanya tinggal tulang dibungkus kulit saja. Padahal normalnya, berat bocah seumuran Arya harusnya sekitar 10 – 12 kg, namun yang dialami Arya antiklimaksnya, berat badannya hanya 5 kg saja.

Kondisi Arya seperti ini bukanlan tanpa sebab. Dari penuturan Maria, bahwa pasca perceraian yang dialami oleh dirinya dan Alex sang suami satu tahun lalu, Arya diambil paksa oleh ayahnya.

“Kira-kira enam bulan lalu, Alex mengambil secara paksa Arya. Sejak itulah Arya dirawat sang ayah, namun diduga kurang perawatan serta pengawasan dalam segi pemberian makan, badan Arya semakin menyusut hingga kondisinya seperti sekarang,” terang Maria dengan sesekali meneteskan air mata melihat kondisi anaknya yang terbaring lemas.

Ketika salah satu keluarga Maria, kemarin Senin (17/10) lewat depan rumah mantan suaminya, terlihat Arya menangis sendirian dengan kondisi badannya kurus kering tak terawat, kemudian diambil dan langsung dibawa ke Puskesmas Abab. Karena kondisinya lemah, Arya lalu di rujuk ke RSUD Talang Ubi, Senin (17/10) Malam.

“Saya tidak tahu perkembangan Arya sejak diambil ayahnya. Saya relakan saja ayahnya ambil Arya tanpa sepengetahuan Saya, karena mungkin ayahnya ingin merawatnya. Tetapi Saya kaget, ketika paman Saya membawa ke rumah sakit, Arya dalam kondisi seperti ini,” tambah Maria.

Dengan kejadian itu, Mariah tidak akan mengijinkan kembali anaknya untuk diasuh oleh mantan suaminya.

“Kalau laki-laki tidak seperti perempuan dalam mengasuh anak, karena laki-laki banyak waktu diluar, dan contohnya seperti anak Saya ini. Dan kalau bekas suami Saya minta lagi Arya, tidak Saya berikan lagi, tSayat nanti terulang, sebab Arya saat ini butuh perhatian khusus untuk memulihkan kondisinya,” tandas wanita yang mengSaya bekerja sebagai pelayan rumah makan dengan gaji hanya cukup untuk makan saja.

Sementara itu, dr David salah satu dokter yang menangani Arya menyatakan bahwa pasiennya mengalami kurang gizi.

“Dari keadaan fisik pasien, dia mengalami gizi buruk. Ini diakibatkan asupan gizinya kurang, dan dari riwayat orang tuanya, mungkin karena kurang perawatan. Untuk tindakan selanjutnya, pasien Arya kita serahkan ke dokter spesialis anak,” jelasnya. (adn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *